Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Disebut Bocorkan Alamat ke Koperasi, Sopir Truk Kena Tebas

Selasa, 14 Aug 2018 19:17 | editor : I Putu Suyatra

Disebut Bocorkan Alamat ke Koperasi, Sopir Truk Kena Tebas

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Cekcok dua sopir truk galian C berujung penebasan terjadi di wilayah Desa Adat Prasana, Desa Dinas Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Karangasem, Selasa (14/8). Korban I Ketut Wardana, 42, asal Dusun Manik, Desa Muncan, Kecamatan Selat, ditebas menggunakan pedang pada bagian dagu oleh pelaku I Nyoman Somedana,32,  asal Dusun Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng. Atas kejadian itu, pelaku sudah diamankan di Mapolres Karangasem.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), cekcok terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Cekcok berdarah diduga karena pelaku menyimpan dendam dengan korban, yang ditengarai memberitahu alamatnya kepada pegawai koperasi yang hendak menarik sepeda motor kreditan. Tak terima dengan prilaku korban, pelaku pun dendam. Kepada polisi, pelaku mengatakan korban tidak mengakui membocorkan tempat tinggalnya di wilayah Badung.

Kebetulan,  keduanya yang sama-sama sopir truk galian C papasan di wilayah Desa Adat Prasana kemarin. Mereka pun saling tantang dan akhirnya cekcok. Korban yang turun dari truknya, menghampiri pelaku malah disambut dengan pedang. Pelaku menebas bagian dagu korban hingga sempat mendapat perawatan di Puskesmas Selat.

Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Losa Lusiano Araujo membenarkan kronologis kejadian itu. Namun hingga kemarin, kepolisian belum menetapkan pelaku sebagai tersangka. Katanya perlu dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi. “Kami masih dalami apakah ada motif lain selain karena korban memberitahu alamatnya,” ujar Losa. Tak menutup kemungkinan, lanjut polisi dengan tiga balok di pundak itu, pelaku juga disangkakan pasal atas kepemilikan senjata tajam berupa pedang.  “Semua masih kami kembangkan,” jelas dia.

Sementara itu, pihak Desa Adat Prasana menuntut pelaku melakukan pembersihan secara niskala di lokasi kejadian. Tetesan darah itu dianggap bikin leteh desa. Tuntutan tersebut sudah disampaikan Desa Adat Prasana didampingi Perbekel Amerta Bhuana I Wayan Suara Arsana ke Mapolsek Selat. Suara Arsana membenarkan, kejadian berdarah itu dianggap bikin leteh desa. Sebab ada darah tercecer di sana. “Di desa itu memang begitu, karena ada ceceran darah. Yang harus pembersihan itu adalah pelaku. Nanti polisi menyampaikan kepada pelaku,” ujar Suara Arsana. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia