Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Takut Jadi Temuan, Dewan Tak Mau Tanggung Jawab Parkir Tepi Jalan

Rabu, 15 Aug 2018 15:22 | editor : I Putu Suyatra

Takut Jadi Temuan, Dewan Tak Mau Tanggung Jawab Parkir Tepi Jalan

BELUM MAKSIMAL: Petugas parkit menarik retribusi di parkir tepi jalan di kawasan Taman Kota Lumintang kemarin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Pembagian hasil retribusi parkir tepi jalan menjadi salah satu hal yang dibahas dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran ( KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang berlangsung di ruang pertemuan DPRD Kota Denpasar kemarin (14/8). Dalam pembahasannya sempat menyinggung terkait retribusi pembagian hasil parkir di tepi jalan sebelum masuk ke kas daerah. Lantaran belum ada aturan, ditakutkan menjadi temuan ketika terjadi permasalahan. 

Salah satu anggota Badan Anggaran, DPRD Denpasar AA Susruta Ngurah Putra  mengaku tidak berani bertanggungjawab soal itu. Pasalnya pembagian restribusi sebelum masuk ke kas daerah saat ini  belum ada aturan.  "Saya tidak berani bertanggungjawab jika kemudian hari ditemukan oleh pihak berwenang," ujarnya.

Pihaknya masih mempertanyakan apakah retribusi parkir tepi jalan itu bisa dibagi atau tidak. Mengingat restribusinya yang disetor pada akhir tahun ke kas daerah. Dan, sampai saat ini dirinya belum menemukan yang mengatur hal tersebut. Sedangkan sesuai Perda nomor 11 tahun 2011 terkait retribusi parkir di tepi jalan, hanya menerangkan bahwa itu wajib disetor 1 x 24 jam. 

Dalan kesempatan itu, Susutra juga menjelaskan pihaknya hanya menyetujui terkait Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD). Sedangkan pelaksanaannya dikatakan sebagai tanggungjawab pihak eksekutif. "Jangan sampai  terkait itu dikatakan karena sudah kesepakatan DPRD, bahwa ini dibagi retribusi dan disetor pada akhir tahun," jelasnya. 

Pada tempat yang sama, Dirut PD Parkir Kota Denpasar  I Nyoman Putrawan hanya menyampaikan pihaknya belum bisa mencapai target yang ditentukan. Sehingga pada tahun berikutnya ia mengatakan akan berusaha mencapai target tersebut. 

Bahkan ia memaparkan target retribusi parkir pinggir jalan memang tidak memenuhi tahun ini.  Yaitu ditargetkan Rp 10,12 miliar, sedangkan yang ada hanya Rp 9 sekian miliar. "Tahun ini kami belum bisa menghasilkan laba sesuai Perda yang ada. Mudah-mudahan ke depan sistem PD Parkir lebih baik dan bisa menghasilkan laba," paparnya halus. 

Putrawan juga menambahkan sejak awal tahun pihaknya telah  melaporkan terkait target tersebut. Sampai-sampai dibantu atas rekomendasi dewan. Yaitu tentang sistem parkir yang berbasis IT dan efektif. "Kami juga akan terus menunjang sistem tata kelola peparkiran," pungkas Putrawan.

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia