Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Disebut akan Diperiksa KPK dalam Kasus Suap, Ini Kata Eka Wiryastuti

Rabu, 15 Aug 2018 16:20 | editor : I Putu Suyatra

Disebut akan Diperiksa KPK dalam Kasus Suap, Ini Kata Eka Wiryastuti

BUPATI TABANAN: Ni Putu Eka Wiryastuti. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai saksi guna mendalami kasus dugaan suap terkait pembahasan dana perimbangan keuangan daerah yang masuk Rancangan APBN-Perubahan 2018.

Disamping itu, KPK juga memeriksa Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar, yang juga sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo, serta dua saksi lainnya yakni, Sekretaris Daerah Labuhan Batu Utara Habibuddin Siregar, dan Dispenda Labura Agusman Sinaga.

Sementara, Bupati Eka yang ditemui di sela-sela gladi pementasan Tari Rejang Sandat Ratu Segara, mengatakan bahwa pemberitaan yang beredar bisa saja benar atau salah. Namun jika benar dipanggil, dirinya mengaku siap. "Biasalah itu, kalau dibilang dipanggil tanggal 15 Agustus 2018, buktinya saya sekarang di sini. Tetapi kalau benar dipanggil, saya siap, KPK kan juga manusia," ungkapnya Rabu (15/8).

Hanya saja menurutnya, hingga saat ini dirinya memang belum mengetahui adanya informasi mengenai pemanggilan oleh KPK tersebut. Ia pun menambahkan apa pun yang terjadi yang terpenting adalah bagaimana ia di Tabanan bekerja dengan baik dan tidak menyalahi aturan.

"Belum, belum dapat info soal itu," tandasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono, Eka Kamaludin dari pihak swasta, dan Ahmad Ghiast dari pihak kontraktor sebagai tersangka.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia