Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Membangun Naluri Entrepreneur Pemuda Bali

20 Agustus 2018, 13: 38: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Membangun Naluri Entrepreneur Pemuda Bali

I Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali dianggap sebagai pulau kreatif. Namun kadang ketika ada produk, ada beberapa kelemahan yang membuat produk itu tidak bisa menembus pasaran secara maksimal. Bagi Bakal Caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Demokrat I Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, mesti dibangun sejak dini naluri entrepreneur atau naluri wirausahawan.

Menurut Pak Oles Bali memiliki bakat luar biasa urusan kreatif. Bukan hanya sekarang namun memang leluhur orang Bali kreatif. Bagaimana tidak, ketika kayu yang busuk di daerah lain dibuang, di Bali malah bisa menjadi ukiran bernilai tinggi. “Itu naluri orang Bali yang kreatif,” jelas Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini.

Kemudian orang Bali juga tekun, dikenal jujur dan lainnya. nilai – nilai positif orang Bali ini, belum ditopang lebih mendalam tentang entrepreneur. “Bagaimana bisa lebih jeli selain kreatif. Bagaimana bisa lebih cekatan memasarkan produk, selain tekun. Ini yang mesti digarap,” jelasnya.

Bagi Mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini, entrepreneur atau wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. “Bali beberapa anak muda sudah mampu membangun bisnis dengan bagus. Namun belum banyak,” sambung politisi asal Bengkel, Buleleng ini.

Baginya mesti naluri entrepreneur dibangun sejak dini. Mulai di meja pendidikan, bahkan sejak SMP mulai diajarkan bagaimana membangun usaha sejak dini. Kemudian mampu memasarkan hasil produknya dengan baik. “Tidak bisa langsung instan. Ketika instingnya tidak diasah sejak dini,” kata Pak Oles.

Selain membangun nalurinya sejak dini, memang mesti ada ditopang secara serius oleh pemerintah. Bagaimana membantu anak – anak mudah untuk menjadi entrepreneur muda Bali, kemudian dibantu dengan pamasaran dan pengenalan. Termasuk dibantu dengan permodalan. “Peran pemerintah sangat penting. Bagaimana membantu dengan sangat kontinyu, pelatihan, mencetak entrepreneur muda dan membantuk pemasaran dan permodalan,” ujar salah satu pengusaha sukses Bali ini.

Misalnya hal sepele, kopi hitam di warung harganya Rp 4 ribu. Namun ketika kopi hitam di coffee shop, bisa dijual sampai Rp 40 ribu. “Apa artinya, fenomena ini. Jadi ada hal yang harus dikemas. Termasuk juga kelemahan produk Bali, dalam hal kemasan kerap sangat tidak diperhatikan,” jelasnya.

Pak Oles saat ini maju untuk bisa tembus ke DPR RI. Dia mengaku salah satu program yang diperjuangkan adalah mampu mewujudkan entrepreneur muda Bali yang lebih banyak dan lebih hebat. “Semoga lolos ke Senayan, salah satunya saya ingin perjuangkan segala hal yang bisa membantu untuk membangun entrepreneur muda Bali,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia