Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gagal Bobol Brangkas, Dua Pria Asal Karangasem Dapat “Tima Panas”

25 Agustus 2018, 09: 34: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gagal Bobol Brangkas, Dua Pria Asal Karangasem Dapat “Tima Panas”

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dua orang laki - laki asal Karangasem I Made Slamet Adi, 23 dan Komang Agus Wiratawan, 20, diamankan Polsek Denpasar Barat pada Kamis (23/8) pagi usai aksinya menjebol brankas dit empat bekerjanya mengalami kegagalan. Keduanya lantas dihadiahi timah panas di kedua kakinya.

Pelaku dilaporkan dengan 2 laporan kasus sekaligus diantaranya LP/129/VIII/2018/Bali/Resta Dps/Sek Denbar dan LP/389/VII/2018/BALI/RESTA DPS/SEK DENBAR tertanggal 22 Juli 2018 oleh korbannya AA Agra Putra, 33, selaku pemilik Swalayan Ayu Nadi Jalan Soputan nomor 12.

Bermula pada Kamis (23/8) pukul 02.00, pelaku Slamet masuk kedalam swalayan dengan menjebol tembok beton menggunakan linggis. Kemudian slamet memecahk an kaca jendela dan mencongkel pintu. Sementara Agus bertugas menjaga di luaxr. Sayangnya, aksi Slamet terekam CCTV.

"Slamet ini karyawan di swalayan tersebut. Dua tahun bekerja di Ayu Nadi di Tukad Batanghari dan kemudian pindah di Jalan Soputan. Dan ternyata pelaku ini sudah 2 kali mencuri di tempatnya bekerja," tutur Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu pada Jumat (24/8).

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan pada Kamis (23/8) sekitar pukul 10.00 mengamankan Slamet saat akan bekerja di TKP. Beberapa saat kemudian Agus juga diamankan ditempatnya bekerja Jalan Teuku Umar Denpasar. "Slamet ini pura - pura nggak tahu apa - apa. Kami amankan setelah memeriksa rekaman CCTV," jelasnya.

Setelah dilakukan interogasi pihaknya menjelaskan bahwa sebelumnya pada bulan Juli 2018 lalu korban kehilangan uang dibrankasnya sebesar Rp 20 juta. Ternyata uang tersebut dicuri tersangka Slamet dalam kurun waktu 3 hari. Pertama 19 Juli mengambil sebanyak Rp 5 juta, 20 Juli sebanyak Rp 7 juta dan 21 Juli sebanyak Rp 8 juta. Pelaku demgan mudah mengambil lantaran sudah mengetahui password brankas milik bosanya tersebut.

"Saat itu sempat kami interogasi namun bukti yang mengarah ke pelaku masih minim," jelasnya.

Kemudian Slamet mengajak rekannya untuk kembali mencuri. Sayangnya brankas pertama yang berhasil dijebolnya dalam kondisi kosong melompong. Lalu pelaku kesulitan membobol brankas kedua dan ketiga hingga akhirnya menyerah. Saat itu pengakuannya sudah berusaha sekitar 1 jam, namun upayanya sia - sia. Pintu brankas pun tak kunjung terbuka. "Rusaknya 3 brankas milik korban, disamping infrastruktur 2 bagian dinding dan pintu yang rusak dijebol pelaku. Ditaksir Rp 10 jutaan," jelasnya.

Beberapa barang bukti diantaranya sebuah linggis, sepasang sarung tangan, 2 stel baju yang digunakan, sebuah helm, pecahan kaca, pecahan beton dan pecahan asbes. "Alasan tersangka karena terbelit masalah hutang dan kontrakan.Saat kami amankan kan berusaha kabur jadi kami ambil tindakan tegas," terangnya. Kini pelaku Slamet dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara Agus pasal 363 juncto pasal 53 KUHP.

(bx/afi/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia