Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Pameran Lukisan Tandai Peringatan 60 Tahun Hubungan Indonesia – Jepang

Sabtu, 25 Aug 2018 10:46 | editor : I Putu Suyatra

Pameran Lukisan Tandai Peringatan 60 Tahun Hubungan Indonesia – Jepang

PAMERAN: Seorang pengunjung tampak memperhatikan lukisan dalam pameran lukisan yang memadukan seniman Bali dengan Jepang di Danes Art Veranda Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jumat kemarin (24/8). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia telah berlangsung selama 60 tahun. Hubungan tersebut berlangsung sejak April 1958 melalui penandatanganan  perjanjian perdamaian. Untuk memperingati hal  bersejarah itu, digelar sebuah pameran lukisan sebagai pertukaran budaya. 

Perwakilan seniman Bali, Tatang BSP saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group)  mengungkapkan hubungan bilateral kedua negara meningkat secara signifikan beberapa akhir tahun ini. Bukan hanya pada bidang politik dan ekonomi saja, namun pada kebudayaan juga dirasanya sangat meningkat. "Melalui diplomasi budaya, Jepang dan Indonesia  agar bisa membangun persatuan, saling pengertian berlandaskan persahabatan, kolaborasi,  dan solidaritas," ujarnya di Denpasar Jumat kemarin (24/8). 

Menurutnya, kebudayaan merupakan sebagai salah satu jembatan untuk mencapai keberhasilan hubungan diplomasi. Sehingga hubungan budaya antarbangsa juga akan menjadi sangat bagus. Terlebih bisa menjadi basis hubungan internasional yang berujung pada people to people diplomacy. 

Terkait pameran lukisan itu, Tatang mengungkapkan pada masa lalu pelukis Indonesia mulai mengenal banyak teknik baru dari para seniman Jepang. Dari Saseo Ono (karikaturis), seniman Indonesia mengenal mural dan mulai membuat sketsa cepat di luar studio. Sementara Takahashi Kono (disainer grafis) memperkenalkan teknik montase dan kolase di bidang seni fotografi dan desain. Dan Takahashi Kono juga menjadi pengarah desain untuk media massa Indonesia, semisal Djawa Baroe, katanya. 

"Karya yang ditampilkan dalam pameran ini meliputi karya lukis dan patung. Pilihan tema pada keseluruhan karya sangatlah beragam, diantaranya tema sosial, binatang, landscape, still life, tradisi, kaligrafi, dan abstrak," ujarnya. 

Sementara, Deputy Consul General Konsulat Jepang di Denpasar, Khoici Ohasi mengaku pihaknya akan terus menjaga hubungan baik tersebut. Bahkan ke depannya, ia akan melanjutkan dengan berbagai teknik kebudayaan yang lebih beragam.  Pihaknya ingin, generasi muda saat ini agar saling bertukar budaya dalam pemahaman sebagai menambah ilmu. 

"Rangkaian kegiatan ini kami sudah mulai sejak awal Januari 2018 beberapa waktu lalu. Baik dari tukar-menukar kegiatan tradisional, sampai karya seni antara Indonesia dengan Jepang," imbuhnya. 

Selain dapat saling mengisi ilmu pengetahuan. Dia juga mengaku generasi muda masing-masing negara itu juga akan mendapatkan sebuah imajinasi dalam berkarya. Terlebih dalam kesenian Jepang dan Indonesia dikatakan masih ada kemiripan.

(bx/ade/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia