Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Tak Ada Sengketa Lagi, Pelantikan Koster-Ace Dimajukan ke 5 September

03 September 2018, 19: 55: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Ada Sengketa Lagi, Pelantikan Koster-Ace Dimajukan ke 5 September

SEGERA DILANTIK: Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Wayan Koster-Cok Ace akan dilantik di Jakarta, Rabu (5/9). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pelantikan Gubernur terpilih di sembilan provnsi, termasuk Bali yang memenangkan pasangan Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), dimajukan menjadi Rabu (5/9). Pertimbangannya, tidak ada lagi sengketa pemilihan gubernur (Pilgub). Awalnya, pelantikan dijadwalkan 17 September mendatang.

Keputusan memajukan jadwal pelantikan tersebut dilakukan di ruang Rapat Kepala Sekretariat Presiden, Jakarta.  Informasi hasil rapat di Jakarta, pelantikan Gubernur – Wakil Gubernur terpilih akan dilakukan untuk 9 Provinsi. Mulai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, kemudian Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Papua, Sumatera Utara (Sumut), NTT dan Jawa Tengah. Mereka akan dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Presiden pada pukul 10.00 WIB.

Dikonfirmasikan ke Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali Dewa Mahendra mengatakan sedang sibuk, tidak bisa diganggu lantaran sedang memberikan materi dalam Diklat Pim II. “Maaf masih menyajikan materi, masih Diklat,” jawabnya seperti berbisik.

Akhirnya Koran ini berhasil mengkonfirmasi Kepala Biro Tapem dan Otda Jayadi Jaya. Dia membenarkan memang sudah dipastikan pelantikan Gubernur – Wakil Gubernur terpilih akan dilaksanakan pada Rabu besok. “Sudah, sudah pasti akan dimajukan dari 17 September menjadi 5 September ini,” jelas Jayadi Jaya.

Dia mengatakan, nantinya selain Bali ada 8 Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang akan dilantik. Alias ada 9 Gubernur – Wakil Gubernur terpilih. Akan dilantik di Istana Presiden.

“Pelantikan di Istana Presiden dengan jumlah yang boleh ikut sangat terbatas di ruang pelantikan. Hanya delapan orang saja,” kata Mantan Sekretaris Bappeda Bali ini.

Dia mengatakan, 6 orang ini adalah Gubernur – Wakil Gubernur terpilih bersama istri masing – masing. Kemudian masing – masing boleh mengajak satu – satu lagi. Kabarnya Cok Ace akan mengajak satu anaknya, sedangkan Koster awalnya akan mengajak satu anaknya, namun kabarnya berubah. Yang akan diajak adalah Nyoman Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan Koster – Ace yang saat ini Bupati Badung.

“Jadi hanya enam orang, Gubernur terpilih dengan nyonya, Wakil Gubernur terpilih dengan nyonya. Masing – masing bisa ngajak lagi satu, Pak Cok Ace kabarnya mengajak keluarganya, sedangkan Pak Koster kabar terakhir Pak Giri Prasta yang akan diajak,” kata pejabat asal Buleleng ini.

Setelah pelantikan Rabu (5/9) Koster – Ace sudah menjadi pemimin Bali resmi. Secara otomatis, PJ Gubernur Bali Hamdani berakhir masa jabatannya. Jayadi Jaya menghitung, Hamdani menjadi PJ Gubernur Bali selama 6 hari, setelah dilantik Pada 29 Agustus lalu. Namun foto Hamdani tetap akan tercatat sempat memimpin Bali dan akan terpasang di deretan foto Gubernur Bali.

“Tetap fotonya akan dipasang, sejarah akan mencatat beliau menjadi PJ Gubernur Bali. Bukan masalah lama tidaknya, namun ini catatan karir,” kata Jayadi.

Setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Koster – Ace akan menjalani Serah terima memori jabatan yang akan dilaksanakan pada Sabtu (8/9) di gedung sidang utama DPRD Bali. Selanjutnya akan ada pembacaan pidato Gubernur Wayan Koster di Sidang Paripurna Istimewa di DPRD Bali.

“Sidang Paripurna Istimewa akan mengenakan pakain adat Bali. Dan Pak Koster akan membacakan pidato politiknya sebagai Gubernur yang sudah resmi memimpin Bali,” kata Jayadi Jaya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kabag Umum Sekretariat DPRD Bali Suralaga. Dia memastikan sudah dipersiapkan Sidang Paripurna Istimewa yang akan dilaksanakan pada Sabtu (8/9) di Gedung Sidang Utama DPRD Bali. “Sudah disiapkan, karena setelah pelantikan tanggal 5 (September), akan ada proses serimonial penyerahan memori jabatan dan pidato Gubernur dalam Sidang Paripurna Istimewa,” jelas pejabat yang akrab disapa Keveh ini.

Seperti halnya berita sebelumnya, Koster – Cok Ace sudah berkantor di Kantor Transisi, setelah ditetapkan sebagai pemenang atau Gubernur – Wakil Gubernur terpilih. Hasil perolehan suara adalah Koster – Ace 1.213.075 suara. Sedangkan Mantra-Kerta sebanyak 889.930 suara. Dengan kondisi ini, berdasarkan surat KPU Bali dan MK, KPU Bali membuat berita acara dengan nomor 3455/BL.03.-Kpt/51/Prov/VII. Tentang penetapan hasil rekapitulasi suara ditingkat Provinsi dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Memutuskan bahwa Pasangan nomor urut 1, Wayan Koster – Cok Ace sebagai pemenang Pilgub Bali. 

(bx/art/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia