Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diterjang Longsor, Jalur Terunyan-Buahan Sempat Tertutup

06 September 2018, 09: 57: 02 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diterjang Longsor, Jalur Terunyan-Buahan Sempat Tertutup

LONGSOR LAGI : Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Abang Batudingding bawah, Terunyan dan Desa Buahan, Kintamani ditutupi material longsor serta pepohonan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, BANGLI - Musibah tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bangli. Tepatnya di Desa Abang Batudingding, Kintamani Rabu (5/9) dinihari kemarin. Akibat kejadian tersebut, ruas jalan yang menghubungkan Desa Abang Batudingding bagian bawah, Desa Terunyan dan Desa Buahan, Kintamani tertutup material longsor. Syukurnya kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, lantaran cukup jauh dari pemukiman warga.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin menyebutkan, musibah tanah longsor pada tebing bukit dengan tinggi puluhan meter tersebut berlangsung sekitar pukul 05.00 dinihari. Ketika wilayah yang menjadi daerah perbatasan antara Desa Abang Batudingding dengan Desa Buahan tersebut memang tengah sepi. Terlebih cuaca dingin tengah melanda kawasan tersebut.

Menurut warga, longsor yang terjadi kemarin diduga kuat karena kondisi tebing yang masih labil. Setelah beberapa waktu lalu, kawasan tersebut juga turut digoyang gempa, hingga membuat kontur tanah menjadi rawan. Selain itu, beberapa hari yang lalu, atau saat gempa terjadi, kawasan tersebut juga pernah mengalami longsor.

Akibat longsor kemarin, selain membuat material tanah dan kerikil menutup badan jalan. Sejumlah pohon berukuran besar juga turut tergerus longsor. Kondisi ini yang membuat jalur utama menuju objek wisata Terunyan tersebut terputus dan tidak bisa dilalui, baik kendaraan roda dua atau pun roda empat.

“Ya jalur utama ini memang sudah tertutup sepenuhnya. Sebab selain material longsor batu, tanah dan kerikil. Pohon-pohon besar yang ikut tergerus juga turut menutup badan jalan. Syukurnya kejadian tadi pagi tidak sampai menimbulkan korban jiwa, selain jalur jalan yang tak bisa dilalui warga,” ucap sumber kepolisian.

Dijelaskan sumber tersebut, sampai siang kemarin proses pembersihan material longsor juga masih terus dilakukan. Disebutkan pula jika alat berat juga telah dikerahkan ke lokasi kejadian oleh Dinas PU. Proses pembersihan tersebut juga turut melibatkan warga sekitar yang terdampak.

Dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa memastikan proses pembersihan material longsor sudah selesai sore kemarin. Saat ini jalur tersebut sudah dibuka, dan bisa dilewati kendaraan.

“Sudah, sudah selesai tadi pembersihan. Karena menggunakan alat berat dari PU (Dinas PU Bangli) jadi proses pembersihan menjadi lebih cepat,” ucapnya.

Dalam kesempatan kemarin dia juga mengakui lokasi longsor kemarin merupakan jalur yang rawan menghalami longsor, terlebih di tempat yang sama ketika gempa terjadi beberapa waktu lalu juga sempat dilanda longsor. Dengan kondisi tersebut plus sudah mulai mendekati musim hujan, maka potensi terjadi longsor yang lain di jalur tersebut niscaya cukup besar. Untuk itu dengan kondisi lalu lintas yang padat sebagai akses darat satu-satunya ke Abang Batudingding bawah serta Terunyan termasuk jalur pariwisata, maka pihaknya pun mewanti-wanti warga yang melintas untuk lebih berhati-hati.

“Di jalur tersebut juga sudah kami pasang beberapa rambu peringatan rawan longsor. Termasuk rambu rawan kebakaran. Itu langkah jangka pendek yang sudah kami lakukan,” terangnya.

Sedangkan sebagai upaya antisipasi jangka panjang. Pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan pihak kehutanan. Koordinasi tersebut terkait kawasan jalur tersebut, termasuk daerah perbukitan untuk bisa segera dilakukan proses penghijauan. “Karena bukit dikawasan itu kondisinya saat ini sangat rawan, apalagi ketiga musim hujan. Selain itu kontur tanahnya juga labil,” paparnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia