Kamis, 23 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kembali Digelar, Festival Jatiluwih akan Tampil Beda

06 September 2018, 11: 56: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kembali Digelar, Festival Jatiluwih akan Tampil Beda

SENI: Beragam kesenian akan ditampilkan dalam Festival Jatiluwih. Bahkan konsep yang ditawarkan dibuat beda. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Festival Jatiluwih kembali digelar untuk kali kedua dan akan berlangsung pada 14-15  September  2018 mendatang. Festival tersebut akan diselenggarakan di  kawasan  Daya Tarik Wisata (DTW)  Jatiluwih, Tabanan-Bali. Pasalnya, festival Jatiluwih kali ini akan terlihat berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini akan mengambil tema Matha Subak.


Hal itu pun diakui pula oleh I Nengah Sutirtayasa Selaku Ketua DTW Jariluwih sekaligus ketua Panitia Jatiluwih. “Tentunya untuk festival tahun ini, akan terkesan lebih berwarna dari kreativitas dan budayanya,” tuturnya kepada beberapa media di kawasan Sanur, Rabu siang kenarin (5/9).

Ia mengakui, jika konsep yang diusung tahun ini seiring dengan pendalaman dan penggalian tema potensi unggulan Jatiluwih. Seperti yang diketahui, imbuhnya, jika Tabanan dikenal sebagai lumbung berasnya Pulau Bali dan hal ini ditunjang dengan luasnya persawahan di kabupatrn Tabanan yang secara produktif menghasilkan pafi terbaik. "Jadi kita sangat bersyukur bisa kembali menggelar kegiatan ini dan dipastikan tahun 2018 ada banyak kejutan dan berbeda dari sebelumnya," kata Nengah Tirtayasa.

Menariknya di tahun ini juga, pihak penyelenggara festival akan lebih banyak menggandeng dan menghadirkan kesenian-kesenia Bali, seperti tari-tarian, kuliner hingga musik modern. Nantinya selama dua hari penyelenggaraan festival pengunjung akan diajak menikmati suasana alam yang sangat sejuk dan menyegarkan.


"Festival ini juga diselenggarakan dengan tujuan utama adalah memperkenalkan kembali DTW serta Tabanan ingin menyeimbangkan potensi pariwisata di Bali yang secara berkelanjutan," jelasnya. Dengan mengusung tema "Matha Subak" Festival Jatiluwih juga diharapkan mampu mengangkat potensi-potensi yang ada di Tabanan. "Potensi Tabanan, khususnya DTW sangat banyak jadi dengan adanya event ini bisa meningkatkan kunjungan ke Tabanan," kata Agus P. Wardhana selaku Ketua Umum.


Ia juga menambahkan jika penyelenggaraannya festival akan dilangsungkan ditengah sawah seluas 2 hektar dengan konsep panggung amfiteater. "Ini sangat berbeda dengan lainnya. Disini juga tersedia camp untuk pengunjung yang mau menyewa," imbuhnya. Festivalnya sendiri buka dari jam 10.00 wita hingga malam hari. Selain bisa menikmati hiburan dan kolaborasi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Jatiluwih nan hijau nan sejuk.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia