Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dollar Menguat, Ini Tanggapan Money Changer di Bali

Kamis, 06 Sep 2018 15:56 | editor : I Putu Suyatra

Dollar Menguat, Ini Tanggapan Money Changer di Bali

MONEY CHANGER: Loket HVS Money Changer Sanur, yang tampak sepi pengunjung, Rabu (5/9) kemarin. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Melonjaknya nilai tukar USD terhadap Rupiah ternyata ditanggapi datar para pelaku bisnis penukaran mata uang (Money Changer) di wilayah wisata Sanur, Denpasar  Rabu (5/9) kemarin. Dari pantauan Bali Express (Jawapost Group), beberapa money changer terlihat lengang. Salah satunya loket HVS Money Changer yang terletak di seputaran Pantai Sanur.
Menurut Wayan Reni, 25, melonjaknya nilai tukar Dollar Amerika saat ini tidak  signifikan mempengaruhi keuntungan usahanya. “Tidak begitu pengaruh. Karena keuntungannya kan lebih bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Walaupun selisihnya hari ini cukup menggiurkan, tapi kalau tamunya sepi ya sama saja bohong,” ujarnya.

Pegawai Money Changer ini mengaku dari bisnis tersebut, ia bisa meraup untung hingga Rp 17 juta perhari. “Paling sedikit kita dapet lima juta rupiah, dan paling banyak bisa sampai tujuh belas juta,” ujarnya menjelaskan.

Meski daya tukar dollar hari ini menguat hingga Rp 14.982,55 namun dirinya masih menawarkan di harga Rp 14.700 untuk jual dan Rp 14.500 untuk harga beli. “Itu tergantung kebijakan masing – masing money changer. Kalau kami menetapkan harganya segitu, tapi itu pun bisa berubah sewaktu waktu,” ujarnya menjelaskan. 

Terakhir, Reni menjelaskan untuk saat ini mata uang EURO dan USD masih mendominasi. “Yang paling dominan EURO nya, kedua USD baru mata uang lainnya. Mungkin karena tamu eropanya saat ini sedang ramai ke Bali, makanya mata uang itu masih mendominasi,” paparnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia