Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Cerita Pencuri Kartu Kredit untukBiaya Persalinan Istri

Sabtu, 08 Sep 2018 10:01 | editor : I Putu Suyatra

Cerita Pencuri Kartu Kredit untukBiaya Persalinan Istri

KEPEPET: Mengaku perlu uang untuk biaya persalinan istri, Yonaris Kido nekat mencuri kartu kredit milik tamu di vila tempatnya bekerja. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dengan alasan perlu uang untuk membiayai persalinan istrinya, Yonaris Kido,24, asal Flores, Nusa Tenggara Timur, nekat mencuri kartu kredit milik tamu vila di tempatnya bekerja. Begitu berhasil mencuri, bukannya dapat uang, Yonaris justru masuk tahanan. Tragisnya lagi, istri yang baru selesai melahirkan mesti ditinggalkan.

Kalau saja Yonaris Kido mau berpikir panjang, mungkin kini dia bisa menemani istrinya yang baru selesai melahirkan. Namun kenyataannya, Yonaris justru menempuh jalan pintas yang beresiko secara hukum.

Dia nekat mencuri kartu kredit milik Valentina Andrea Cabrera Astorga,29, yang menginap di vila tempatnya bekerja. Vila Indigo Dream di Jalan Karang Tinggi I, Nomor 7, Lingkungan Banjar Jaba Pura, Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Tapi aksi Yonaris itu cepat terungkap. Kamis lalu (6/9), Yonaris ditangkap aparat Polsek Kuta Selatan. Itu setelah bosnya sendiri melaporkan peristiwa hilangnya kartu kredit milik korban ke Kepolisian. Karena malu atas perbuatan anak buahnya tersebut.

Pencurian kartu kredit itu sendiri berawal saat korban Valentina Andrea Cabrera asal Chili menginap di vila tempat pelaku bekerja. Korban mulai check in pada Selasa (4/9). Dan keesokan harinya, sekitar pukul 12.00, korban pergi meninggalkan vila untuk jalan-jalan.

"Kamar vila tidak dikunci dan ada pengerjaan bersih-bersih yang dilakukan pelaku. Tetapi saat itu korban belum mengetahui kalau kartu kreditnya hilang," jelas Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza, kemarin (7/9).

Baru keesokan harinya, Kamis (6/9), korban mengetahui kartu kreditnya hilang. Kebetulan saat itu korban ingin berbelanja. Kartu kredit yang semula disimpan di dalam lemari kamarnya ternyata sudah raib.

Mendapati kartunya hilang, korban kemudian mencari pemilik vila, Ibu Evy, untuk melapor. Evy sendiri kemudian mencurigai pelaku dan yang saat itu membersihkan kamar korban.

"Lalu pelaku ditanya dan mengakui perbuatannya. Sehingga langsung dilaporkan ke kantor polisi," ucapnya.

Usai menerima laporan itu, Polisi langsung mengamankan Yonaris. Pemeriksaan pun langsung dilakukan. Dari hasil pemeriksaan awal, ternyata pelaku sudah melakukan penggesekan di Manzone Shop, Seminyak, Kuta senilai 44.737 AUD (Dollar Australia) dan Dini Shop di Batu Belig, Kuta sebesar 138.378 AUD. Penggesekan tersebut dibantu rekannya asal Lombok, Anto. Kerugian korban sendiri ditotal lebih kurang Rp 20 jutaan.

"Pelaku mengaku perlu uang untuk bayar angsuran pembayaran persalinan istri di rumah sakit. Saat itu kartunya ada diatas paspor korban," terangnya.

Selain itu pengakuannya memang sebelumnya pernah melakukan hal serupa dengan kartu yang didapat di TKP lain dibantu oleh orang yang sama saat penggesekan.

"Kenal Antonya sejak Juni 2018 lalu. Dan menyerahkan kartu tersebut di Jalan Uluwatu depan Puri Gading Jimbaran. Dan juga sempat dicoba di counter handphone tapi tidak bisa karena listrik padam," terangnya.

Sejak kartu kredit tersebut berada ditangannya mulai pukul 13.00 sampai 16.00 pada hari itu juga keduanya pergi ke daerah Seminyak, Kuta, untuk mencoba mencairkan uang dari kartu tersebut. Namun, setelah melakukan penggesekan, rupanya tidak berhasil. Menurut Anto, batas kredit pada kartu itu sudah habis.

Selanjutnya pelaku mengaku pulang ke Ungasan. Sementara kartu kredit yang dia curi tetap ada di tangan Anto. Namun, di tangan Anto, ternyata kartu kredit itu bisa digunakan untuk transaksi. Bahkan berhasil menarik uang senilai Rp 20 juta.

(bx/afi/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia