Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Para Siswa Terpaksa Melintasi Jembatan yang mulai Rapuh di Lokapaksa

Sabtu, 08 Sep 2018 10:30 | editor : I Putu Suyatra

Para Siswa Terpaksa Melintasi Jembatan yang mulai Rapuh di Lokapaksa

TIDAK ADA PILIHAN: Para siswa terpaksa tetap melintasi jembatan darurat yang sudah rusak dan membayakan, karena tidak ada pilihan lain. Jembatan itu membelah sungai Saba di Bendung Ringdikit. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dibangun pada Maret 2017 lalu, jembatan darurat penyebrangan siswa SDN 5 Ringdikit, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng mulai rapuh. Jembatan gantung yang lintasannya terbuat dari kayu nampak bolong pada bagian sisi timur jembatan. Seperti apa?

Namanya jembatan darurat, dibangun untuk solusi jangka pendek atau sementara. Begitulah kondisi jembatan gantung diatas Sungai Saba di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng. Kondisinya sudah memprihatinkan dan membahayakan bagi penggunanya. Usia Jembatan darurat yang merupakan akses satu-satunya menuju SDN 5 Ringdikit iru sudah 1,5 tahun.

 Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) pada Jumat (7/9) siang kemarin, kondisi jembatan darurat yang dibangun dengan anggaran Rp 150 juta ini sudah mulai berdecit. Beberapa paku pada papan lintasannya mulai terlepas. Kondisi ini tentu saja berbahaya bagi siswa yang kerap melintas untuk berangkat maupun pulang sekolah.

Seperti diakui Kadek Wulan Indra Amerta, 12. Siswa kelas VI SDN 5 Ringdikit asal Desa Lokapaksa. Ia menyebutkan jembatan ini mulai rusak sejak sebulan lalu. Namun karena tak ada pilihan lain, ia dan temannya terpaksa melintasi jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,25 meter ini. Agar perjalanannya ke sekolah menjadi lebih singkat.

“Rusak sudah sebulan. Tapi daripada turun ke sungai kan harus buka sepatu. Ya lebih baik lewat jembatan. Tapi harus hati-hati,” ujar Wulan saat ditemui sepulang sekolah.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buleleng, Ketut Suparta Wijaya mengaku sudah mendapat laporan tertulis dari Camat Seririt. Pihaknya pun segera akan melakukan pemeliharaan terkait jembatan darurat tersebut.

“Kami sudah sempat cek. Memang kondisinya sedikit mengkhawatirkan, beberapa papannya terlepas meski belum sampai bolong, pegangan tali selingnya juga, cukup membayakan bagi anka-anak,” kata dia.

Suparta mengaku sedang menyiapkan dana dari anggaran pemeliharaan rutin untuk mengganti papan dan juga seling yang terlepas. Kendatipun jembatan darurat memang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Kendati demikian, Suparta juga tak menampik bila jembatan ini memang mengalami penurunan kualitas lantaran statusnya hanya sebagai jembatan darurat.“Kita siapkan anggaran Rp 10 sampai Rp 15 juta, tetapi yang lama nanti penggarapannya karena pekerjaannya susah jembatannya menggantung,” imbuhnya.

Namun, Suparta tetap berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai pemegang wewenang atas wilayah itu dapat membangunkan jembatan permanen untuk penyebrangan siswa ke sekolah. Sehingga saat musim hujan siswa tak was-was untuk menyebrang ketika berangkat maupun pulang sekolah.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia