Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Pembuang Orok di Penasan Ternyata Sepasang Remaja, Ini Alasannya

Sabtu, 08 Sep 2018 14:35 | editor : I Putu Suyatra

Pembuang Orok di Penasan Ternyata Sepasang Remaja, Ini Alasannya

TAK SIAP NIKAH: DG, remaja pembuang orok di Subak Penasan, Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung diperiksa di Mapolsek Banjarangkan. TKP penemuan orok (foto kiri). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Polsek Banjarangkan, Klungkung mengungkap pembuangan orok di Subak Penasan, Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Terduga pelaku adalah sepasang remaja, berinisial DA, 19 (laki-laki), dan kekasihnya DG,19. Keduanya warga Kecamatan Banjarangkan, namun beda desa. Mereka  diperiksa secara intensif sejak Jumat (7/9) lalu.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami keterangan  keduanya. Hasil pemeriksaan sementara, orok berusia sekitar 5 bulan itu merupakan hasil aborsi. Hal itu dilakukan lantaran mereka tidak siap menikah. Salah satu alasanya karena si cowok masih melanjutkan kuliah. Sedangkan ceweknya sudah lulus SMA.

Kapolsek Banjarangkan AKP Ni Luh Wirati membenarkan pengungkapan itu. Pun demikian dengan alasan kedua remaja itu membuang buah cintanya tersebut. Namun lantaran masih dikembangkan, Wirati belum mau merinci kronologis pengungkapkan kasus itu.

“Mudah-mudahan cepat  terungkap semuanya,” ujar Wirati. Meski sudah mengakui melakukan tindak kehajatan, mereka masih berstatus saksi. “Terima kasih, berkat doa dan dukungan semua pihak, kasus ini bisa terungkap. Nanti kalau sudah terang, pasti saya sampaikan. Sekarang segitu dulu ya,” ujarnya, ramah Sabtu (8/9).

Kasus pembuangan orok itu bikin geger warga di Dusun Penasan pada Senin 27 Agustus 2018. Orok yang sudah berwujud sempurna itu ditemukan saluran irigasi Subak Penasan. Orang yang pertama melihat mengambang adalah Kepala Dusun Penasan I Made Parwata. Saat itu, Parwata hendak ke sawah bersama istrinya Ni Wayan Srijani, melewati jalur itu mengendarai sepeda motor. Parwata awalnya mengira kucit (anak babi). Setelah diperhatikan ternyata bayi. Ia pun lantas memanggil petani lain I Nyoman Sukirta yang kebetulan tak jauh dari lokasi penemuan. Sukirta ikut kaget. Dengan cepat temuan itu bikin geger.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia