Sabtu, 25 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sering Terciduk Sweeping, Pedagang Sate Divonis Denda Rp 200 Ribu

08 September 2018, 20: 39: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sering Terciduk Sweeping, Pedagang Sate Divonis Denda Rp 200 Ribu

SIDANG : Terdakwa Abdul Wahid,39, (duduk, Red) pedagang kaki lima (PKL, Red) yang berjualan sate dan soto keliling menjalani sidang di pengadian Negaeri (PN) Negara, Jumat pagi (7/9) kemarin. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Pengadilan Negeri (PN) Negara, Jumat pagi (7/9) kemarin menggelar sidang terhadap pedagang kaki lima yang kerap diciduk saat sweeping yang dilaksanakan SatPol PP Kabupaten Jembrana. Sidang tersebut merupakan yang pertamakalinya digelar di Kabupaten Jembrana dengan terdakwa seorang pedagang kaki lima (PKL, Red).

Terdakwa Abdul Wahid,39, warga Jalan Gunung Semeru, Gg. V, RT. 004, Kelurahan Loloan Timur , Kecamatan Jembrana tersebut harus duduk di kursi pesakitan karena sebelumnya telah beberapakali terciduk dalam sweeping. Abdul yang sehari-harinya berdagang sate dan soto ayam ini terakhir diciduk Pol PP saat berjualan di atas badan jalan umum di depan Asrama Polsek Kota Negara.

Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah Sat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Made Tarma ditemui disela-sela persidangan mengatakan terdakwa sebelumnya telah beberapakali diamankan saat pihaknya menggelar sweeping terhadap PKL yang melanggar diwilayah perkotaan.
“Sudah sering kami amankan dan sudah diberikan sanksi mulai dari teguran, beberapakali peringatan dan surat pernyataan tapi tetap bandel berjualan dibadan jalan. Dua bulan lalu pernah kami sita dagangannya tapi dia malah pakai rombong lain, sehingga kami kordinasikan dengan Korwas PPNS Polres Jembrana dan dilimpahkan ke Kejaksaaan,” paparnya.

Sementara dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua, Fakhrudin Said Ngaji bersama dua orang Hakim Anggota M. Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauuzi Kurniawan, dihadirkan dua orang Anggota Sat Pol PP Kabupaten Jembrana sebagai saksi, Gusti Kade Narna dan I Gede Tarsen. Kedua saksi menerangkan bahwa terdakwa diamankan pada Rabu siang (2/5) sekitar pukul 13.00 Wita saat berjualan sate dan soto ayam di jalan umum di depan Asrama Polsek Kota Negara. Terdakwa juga membenarkan keterangan kedua saksi. Bahkan terdakwa mengakui sudah beberapakali pernah diciduk Sat Pol PP lantaran berjualan dibadan jalan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jembrana, Helmi Wahyu Hutama menyatakan terdakwa yang telah terbukti bersalah melakukan pelanggaran diancam pidana sesuai Pasal 29 jo Pasal 33 Ayat 1 Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Jaksa menuntut terdakwa Abdul Wahid dengan pidana Denda sebesar Rp 300 ribu subsidair 1 bulan kurungan.

Sebelum menjatuhkan putusan, majelis hakim sempat menskors sidang sekitar 20 menit. Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman lebih ringan dibandingkan tutuntan JPU. Terdakwa Abdul Wahid hanya dijatuhi pidana denda Rp 200 ribu subsidier 1 bulan kurungan serta dibebani biaya perkara sebesar Rp 3 ribu.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia