Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Remaja Klungkung Lakukan Aborsi Libatkan Dukun Pijat Asal Rendang

Minggu, 09 Sep 2018 19:26 | editor : I Putu Suyatra

Remaja Klungkung Lakukan Aborsi Libatkan Dukun Pijat Asal Rendang

HARUS DIRAWAT: DA, remaja pembuang bayi di Klungkung ini harus mendapat perawatan di RSUD Klungkung karena mengalami infeksi alat reproduksi karena aborsi. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Polsek Banjarangkan, Klungkung tengah mengembangkan penyidikan kasus pembuangan orok di saluran irigasi Subak Penasan, Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan. Unit Reskrim Polsek Banjarangkan memastikan pelaku  yang membuangnya adalah pria berinisial DA,19 dan kekasihnya DG,19 (perempuan). Orok berusia sekitar 5 bulan itu adalah buah cinta keduanya. Proses aborsi sendiri melibatkan seorang dukun pijat asal Rendang, Karangasem.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), remaja tersebut melakukan aborsi melibatkan seorang dukun atau tukang pijat berinisial Ni Wayan A,70, asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Aborsi dilakukan dengan cara memijat, kemudian memasukkan benda ke rahim DG.

Sebelum akhirnya bayi tersebut lahir secara paksa, remaja asal Desa Tihingan itu juga sempat minum jamu. Tapi setelah dikembangkan, hanya jamu biasa. Tidak menjadi pemicu bayi lahir sebelum waktunya. Aborsi berhasil dilakukan karena pijatan dan benda asing yang dimasukkan ke rahim DG.

Akibat aborsi itu, DG mengalami infeksi pada alat reproduksinya hingga harus menjalani rawat inap di RUSD Klungkung. Pacarnya yang berasal dari  Desa Banjarangkan sudah mendekam di balik jeruji besi Polsek Banjarangkan.  Sedangkan dukun yang diduga kuat membantu aborsi belum ditahan.

Kapolsek Banjarangkan AKP Ni Luh Wirati mengakui masih pengembangkan penyidikan. Meski irit bicara soal kasus itu, ia membenarkan penyidikan  merembet ke seorang dukun berinisial Ni Wayan A. Tak menutup kemungkinan, bisa menyeret orang lain lagi. “Masih kami kembangkan,” kata Wirati ditemui Mapolsek Banjarangkan, Minggu (8/9).

Polisi dengan tiga balok di pundak tersebut menyebutkan, pasangan remaja itu dua kali bertemu sang dukun untuk berusaha menggugurkan kandungan. Setelah berhasil, orok dibungkus langsung dibuang pada saluran irigasi tak jauh dari rumahnya. Keesokan harinya, tepatnya 27 Agustus 2018 ditemukan warga di wilayah Subak Penasan, tak lebih dari 1 kilometer dari tempatnya dibuang.

Orang pertama yang menemukan orok itu adalah Kepala Dusun I Made Parwata. Saat ditemukan orok itu tanpa pembungkus. Saat itu, itu sekitar pukul 08.00 Wita, Parwata hendak ke sawah bersama istrinya Ni Wayan Srijani, mengendarai sepeda motor melewati jalur itu. Awalnya ia mengira kucit (anak babi) mengambang. Setelah diperhatikan ternyata bayi lengkap dengan kedua kaki dan tangan. Ia pun lantas memanggil petani lain I Nyoman Sukirta yang kebetulan tak jauh dari lokasi penemuan. Kejadian itu pun bikin geger, hingga masuk ke telinga polisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Wirati menyebutkan bahwa  kedua remaja itu memilih menggugurkan kandungan karena tidak siap menikah. Selain merasa masih kecil, DG juga masih melanjutkan kuliah. “Sabar ya, jangan mancing-mancing lagi. Besok (Senin hari ini), akan dirilis, dibeberkan bukti-buktinya,” tandas polisi yang suka bersenda gurau itu. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia