Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Inovasi Kelompok Tani Intaran Produksi Semangka Inul

Senin, 10 Sep 2018 09:28 | editor : I Putu Suyatra

Inovasi Kelompok Tani Intaran Produksi Semangka Inul

SEMANGKA: Salah satu petugas penjaga stand Pekan Daerah (PEDA) KTNA Bali memperlihatkan semangka inul, di Lumintang, Denpasar, Minggu (9/9) kemarin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebagai tuan rumah Pekan Daerah (PEDA) XXVI Kelompok Tani Nelayan Andalan Provinsi Bali 2018, Denpasar sediakan semangka inul. Produk andalan Subak Intaran, Sanur tersebut merupakan buah yang berbeda dengan semangka pada umumnya. Bahkan buah itu dikabarkan telah dipasarkan secara rutin di beberapa supermarket di Bali. 

Pekaseh Subak Intaran, Wayan Subamia saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) mengaku petani di wilayahnya memang kerap menanam semangka. Dia mengatakan, secara bergantian menanam di lahan mereka. "Kalau di Subak Intaran, memang sangat cocok ditanam semangka ketika setelah panen padi," tandasnya di Denpasar Minggu (9/9) kemarin. 

Dia melanjutkan, semangka inul tidak terlalu jauh beda dengan semangka pada umumnya. Hanya saja tekstur buah lebih kental dan bijinya lebih sedikit. Subamia juga mengatakan, semangka tersebut rasanya lebih manis dan berbentuk lonjong. 

"Cara tanamnya lebih mudah, karena tak banyak mempergunakan lahan. Di samping itu panennya juga memerlukan waktu kurang lebih dua bulan saja. Nah untuk nama berawal saya dikasi tahu sama pedagang bibitnya dulu," papar dia. 

Sedangkan harga satu buah semangka tersebut Rp 5 ribu per kilogram. Terlebih satu buah beratnya dikatakan bisa empat hingga lima kilogram. Sehingga harga jual ke supermarket atau ke warung biasa sesuai ukurannya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kadis Pertanian Kota Denpasar, Ir. I Gede Ambara Putra mengaku semangka unik itu memang inovasi salah satu kelompok tani. Percobaannya juga dikatakan tidak sekali dua kali, untuk menghasilkan semangka inul tersebut. Bahkan itu sebagai inovasi kelompol tani yang memanfaatkan lahan sawahnya yang tidak mendapatkan aliran air. 

"Khusus di kelompok Tani Intaran yang ada di daerah Renon dikenal dengan semangkanya. Karena di sana digilir mendapatkan air pada lahan pertanian mereka. Sekali panen padi, setelah itu baru ditanam semangka dan sejenisnya," terang Ambara. 

Ditanya kenapa semangka, dia menjelaskan harga jual dan minat masyarakat lebih tinggi. Terlebih saat musim panas, masyarakat lebih memilih membeli buah semangka. "Saat ini Subak Intaran merupakan penghasil semangka di Kota Denpasar. Apalagi langsung saat panen, petaninya langsung membawa ke supermarket dan toko buah," imbuh dia. 

Lanjut Ambara, buah itu secara tidak langsung akan menjadi ikon sebuah subak. Dan, pihaknya akan terus mendukung inovasi yang ada dari masing-masing kelompok tani di Denpasar.

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia