Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dukung Pertumbuhan UMKM, Mandiri Buka Kantor Cabang Mikro

Selasa, 11 Sep 2018 19:13 | editor : I Putu Suyatra

Dukung Pertumbuhan UMKM, Mandiri Buka Kantor Cabang Mikro

POTONG TUMPENG: CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusra, Rully Setiawan meresmikan KCP MMU Area di Pemogan Denpasar, Senin lalu (10/9). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali saat ini menunjukan trend yang positif,  khususnya dikawasan padat pendusuk seperti Kota Denpasar dan sekitarnya, sehingga dukungan segala pihak untuk memacu pertumbuhan di sektor ini sangat diperlukan. 

Salah satunya adalah sektor pembiayaan,  sehingga industri perbankan semakin gencar untuk memfasilitasi perkembngan sektor usaha ini.  Salah satunya adalah Bank Mandiri.  Dengan membuka kantor cabang mikro di Pemogaan,  Bank Mandiri optimis mampu meningkatkan sektor usaha kecil di kota Denpasar. 

CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusra, Rully Setiawan usai meresmikan KCP MMU Area di Pemogan Denpasar, Senin lalu (10/9) mengatakan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pemogan ini Adalah  Kantor Cabang Amlapura yang dulunya bergabung dengan Kantor Pos. "Karena di Karangasem kantor ini sudah tidak efektif lagi,  maka kami pindahkan lokasinya ke Pemogan,  mengingat potensi kawasan ini cukup besar,  khususnya sektor UMKM," jelasnya.

KCP MMU Area Denpasar di Pemogan dilanjutkan Rully,  merupakan cabang mikro yang melayani simpan pinjam dan produk perbankan lainnya. Karena di kawasan ini,  diakui Rully, pelaku usaha di Pemogan ini bervariasi mulai dari pengusaha mikro, kecil hingga besar.

Khusus untuk KCP di Pemogan pihaknya menargetkan penyaluran kredit hingga akhir tahun dengan sisa waktu sekitar 4 bulan ini minimal Rp 5 miliar. Sedangkan target sepanjang tahun 2019 mendatang sebesar Rp 20 miliar lebih. Di cabang mikro ini selain menggenjot penyaluran kredit, pihaknya pun berupaya memaksimalkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Untuk pertumbuhan kredit ini,  Rully mengaku pihaknya berusahanuntuk tetp menjaga minimal di angka 20 persen per tahun. "Termasuk juga tahun 2018 ini,  kmi teTap  jaga di angka 20 persen, karena penetrasi kredit secara umum cukup bagus," paparnya.

Sedangkan di Bali, kredit yang dicairkan Bank Mandiri untuk semua segmen mencapai Rp 600 miliar setiap bulannya. Jumlah kredit yang disalurkan pada semester pertama tahun 2018 ini mendekati Rp 4 triliun. Dari jumlah itu, sebagian besar kredit yang disalurkan dikatakan Rully untuk UMKM. Dengan dominasi di sektor UMKM yang mencapai 80 persen dari total penyaluran kredit di Bali. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia