Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sempat Teriak-teriak dan Nangis, Siswi SMA Tewas di Kos-kosan

Rabu, 12 Sep 2018 07:06 | editor : I Putu Suyatra

Sempat Teriak-teriak dan Nangis, Siswi SMA Tewas di Kos-kosan

TEWAS: Jenazah korban saat pertama ditemukan kemarin sore. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Warga sekitar Jalan Tukad Gerinding, Panjer, Denpasar Selatan kemarin sore (11/9) mendadak heboh. Pasalnya, jenazah ditemukan di sebuah kamar kos, di Jalan Tukad Gerinding, Gang Gada Nomor 11 A, Denpasar Selatan.

Korban diketahui bernama Nabila Syafira, 16.  Dia ditemukan terkapar dengan mulut berbusa dan tanpa mengenakan busana alias telanjang.

Berdasar keterangan saksi yang sempat diwawancarai Koran Bali Express (Jawa Pos Group), jenasah perempuan yang masih berstatus siswi kelas XI jurusan IPA di SMA PGRI 1 Denpasar ini sudah berteriak dan menangis di dalam kamar sejak Senin lalu (10/9) hingga Selasa pagi sekitar jam 09.00. Tetangganya menduga dia overdosis obat.

"Tapi tetangga sekitar baru berani dobrak pintu kamarnya sore tadi sekitar jam setengah empat. Dan saat pintu dibuka, kondisinya sudah dalam posisi terkapar dengan keadaan telanjang. Sementara setrika masih menyala," tutur sumber yang enggan disebutkan namanya ini.

Ia juga menjelaskan, tetangga sempat menanyakan kondisi korban dan dia mengaku keracunan makanan. "Orangnya ini sangat tertutup ya. Sangat jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar," imbuh sumber.

Sementara itu, Putu Sanur Wati, selaku kepala sekolah SMA PGRI 1 Denpasar yang juga masih berada di lokasi kejadian menjelaskan, bahwa Nabila sudah tidak masuk sekolah sejak Senin. "Kebetulan saya cek sendiri di sekolah, katanya dia sakit," jelasnya.

Ia pun tidak menyangka kejadian tersebut bisa menimpanya. Ini mengingat korban yang dikenal sebagai siswi berprestasi ini sangat rajin dan aktif di sekolah. "Ya dia sangat rajin dan aktif di sekolah. Dia juga anaknya pintar. Di sekolah tidak pernah ada masalah. Hanya saja orang juga tertutup. Sebelum-sebelumnya juga dia tidak pernah absen di sekolah," tuturnya.

Sementara itu Kepala Bagian SMF Instalasi Forensik RSU Sanglah Ida Bagus Putu Alit menyampaikan bahwa jenazah korban diterima pukul 17.20. Dengan perkiraan waktu kematian kurang dari delapan jam sebelum diperiksa. "Tidak ditemukan luka - luka. Namun keluar cairan kehijauan dari lubang hidung. Dicurigai keracunan zat tertentu. Zatnya belum diketahui karena belum otopsi," ungkapnya.

(bx/afi/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia