Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Mayat Perempuan Uganda Ditemukan Membusuk di Ronta Bungalows

Rabu, 12 Sep 2018 10:40 | editor : I Putu Suyatra

Mayat Perempuan Uganda Ditemukan Membusuk di Ronta Bungalows

POLICE LINE: Polisi memasang police line di TKP warga Uganda yang tewas. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Seorang perempuan asal Republik Uganda Iryn Flavia Kisakye, 32, ditemukan meninggal pada Selasa (11/9) pukul 12.00 di Hotel Ronta Bungalows Jalan Popies II Gang Ronta tepatnya di lantai III kamar nomor 27. Korban diketahui check in sejak Selasa (28/8).

Berdasar keterangan Gede Nyoman Surata, 60, sekitar pukul 12.00 saksi berada di lantai bawah. Dan mendapat kabar dari Nyoman Dirva Tripayana, 23, yang saat itu tengah bermain layang - layang tepat di belakang kamar korban.

Dirga menyampaikan tercium bau menyengat dari kamar mandi korban. Setelah itu saksi mengambil kunci serep untuk membuka kamar tersebut. Namun tidak bisa dibuka, lantaran pintu terkunci dari dalam. Kemudian saksi melihat jendela sebelah pintu terbuka, saksi kemudian membuka pintu lewat jendela dengan memasukan tangannya. Setelah membuka pintu saksi kaget melihat korban sudah terlentang tanpa menggunakan pakaian.

Sementara itu Nyoman Pohaji, 60, mengaku bertemu korban terakhir empat hari yang lalu sebelum ditemukan meninggal. Korban tergeletak dilantai dalam keadaan telanjang berselimutkan kain putih. Sebelumnya kepada saksi korban sering mengeluhkan sakit pinggang. Bahkan saksi sempat diminta tolong mengantarkan membeli obat di Apotik Pasar Kuta dua minggu lalu.

Sedangkan Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadliansyah menyampaikan bahwa kondisi korban saat ditemukan memang tidak memakai pakaian. Namun memakai seprei putih bermotif garis. "Posisi korban tengadah dengan kedua kaki mengangkang. Dari anusnya mengeluarkan kotoran dan di lantai ditemukan cairan warna kuning yang diduga keluar dari tubuh korban. Tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan," ungkapnya.

Sementara itu barang bukti yang ditemukan di TKP di antaranya obat - obatan berjenis 2 pepel bisolvon, arcoxia, panadol, celebrex yang sudah habis, bisolvori, provelym yang sudah habis, kondom, dan barang - barang lainnya. "Untuk sementara korban meninggal dunia diduga karena sakit, untuk mengetahui lebih jelas sebab - sebab korban meninggal dunia ya otopsi," jelasnya.

Sementara itu Kepala Bagian SMF Instalasi Forensik RSU Sanglah Ida Bagus Putu Alit menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan setelah jenazah diterima pukul 16.26 kondisinya memang sudah membusuk dengan perkiraan waktu kematian dua sampai tiga hari sebelum dilakukannya pemeriksaan."Tidak ada luka - luka," ungkapnya singkat.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia