Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Membahayakan, Lubang Tak Ditutup di Lapangan Gusti Ngurah Made Agung

Rabu, 12 Sep 2018 12:02 | editor : I Putu Suyatra

Membahayakan, Lubang Tak Ditutup di Lapangan Gusti Ngurah Made Agung

LUBANG: TPS underground yang belum diisi box, di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung kemarin. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ada lubang baru di samping tempat sampah underground yang ada di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung. Kabarnya lubang tersebut akan dijadikan tempat sampah serupa, namun khusus untuk sampah anorganik. Sayangnya, sekitar dua minggu digali tidak ditutup sehingga dapat membahayakan masyarakat yang melintas di sana. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHK Kota Denpasar, Ketut Darsana mengaku lubang itu memang baru dibuat. "Kalau tidak salah sekarang (kemarin siang) akan dipasang box supaya langsung bisa dipergunakan," terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Selasa kemarin (11/9). 

Lubang sampah itu, dikatakan akan khusus  untuk sampah anorganik. Sehingga pemilahan dalam mengangkut sampah lebih gampang. Selain di sana, dia mengaku tempat sampah underground anorganik juga akan dipasang di Taman Kota Lumintang, dan Kawasan  Pantai Mahari Terbit. "Kalau sekarang kan baru satu saja, itu yang warna hijau akan digunakan untuk sampah organik. Sedangkan yang anorganik ini akan dipasang berwarna merah," papar Darsana. 

Dalam kesempatan itu, ia mengaku baru hanya memasang tempat sampah underground kapasitas dua kubik baru di tiga lokasi saja. Lantaran keterbatasan anggaran, sehingga ia berharap pada anggaran tahun berikutnya dapat untuk alokasi tempat sampah masa kini tersebut. Dan, semua instansi pemerintahan di lingkungan Pemkot Denpasar rencana akan dipasangnya. 

"Kalau pakai ini kan lebih rapi, sampah tidak berserakan dan tidak bau. Karena langsung dia ada di bawah tanah. Tapi tetap dua sampai tiga hari kami pasti angkut sampahnya," jelas dia. 

Meski kapasitas dua kubik, dia mengaku pihaknya bisa dua hari sekali mengangkut sampah dari sana. Hal itu diperkirakan  wilayahnya yang memang ada di tempat umum. Sehingga setiap ada kegiatan sampah yang ada dimasukkan kesana. 

Pantauan koran ini, lubang tersebut memang tidak diisi tutup atau tanda apapun. Meski dalamnya sekitar satu setengah meter, jika orang yang tidak melihat dan terjatuh kesana akan mengalami luka ataupun patah tulang. Sehingga sangat rawan. Apalagi jika malam hari yang tidak kelihatan ada lubang di sana. 

Bahkan beberapa kali petugas kebersihan lebih banyak mengangkut sampah di lubang tersebut. Dibandingkan mengangkut sampah pada tempat sampah yang telah jadi. "Dari pada masukan ke kotak lagi, kan mendingan tinggal lempar saja sampahnya ke lubang yang ada ini. Ya kalau ngeh, kalau tidak ya bisa nyemplung apalagi malam hari sangat rawan," terang Supartika, salah satu warga yang kedapatan membuang sampah di sana.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia