Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Bule Foto di Atas Palinggih, Parta: Perlu Direkrut Tenaga Keamanan

Rabu, 12 Sep 2018 21:35 | editor : I Putu Suyatra

Bule Foto di Atas Palinggih, Parta: Perlu Direkrut Tenaga Keamanan

TAWARKAN SOLUSI: Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta (kiri) menyoroti bule duduk di atas padmasana (foto kanan). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Umat Hindu di Bali kembali digegerkan oleh aksi bule yang duduk di atas palinggih. Setelah ramai turis duduk di palinggih Padmasana Pura Gelap Besakih, Kabupaten Karangasem dan ada bule yang duduk di sebuah bangunan di utamaning mandala Pura Dalem Pacekan, Desa Pakraman Penestanan, Desa Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, kini hal serupa tarjadi di Tabanan. Tepatnya di kawasan Pura Luhur Batukaru, Penebel, Tabanan.

Melihat fenomena tersebut,  Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta pada Rabu malam (12/9) menegaskan kalau memang kejadian ini terjadi di Pura Luhur Batukaru, Tabanan, maka masalah ini adalah yang kesekiankalinya terjadi dan perlu ada langkah yang serius untuk dicarikan solusi.

Ia juga menilai, kasus seperti ini perlu menjadi perhatian bagi dunia pariwisata. Ketika Pura umat Hindu terbesar di Bali yang sebagian besar dijadikan tujuan wisata, Nyoman Parta menilai tidak semua wisatawan menggunakan guide lokal Bali dan para wisatawan saat ini lebih banyak yang backpacker mengunjungi tenpat wisata dari satu lokasi ke lokasi. Sehingga salah satu solusi yang ia tawarkan ialah dengan cara para Pengempon Pura harus merekrut tenaga kerja yang siap ditugaskan di Pura untuk mengawasi wisatawan yang berkunjung ke Pura.

“Perekrutan tenaga kerja ini bisa dilakukan dengan hasil uang tiket wisatawan yang diadapatkan di Pura yang masuk sebagai destinasi wisata. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah wisatawan naik ke palinggih dan berfoto di atas palinggih,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, jangan sampai pariwisata seperti buah simalakama.  Di sisi lain pariwisata mendatangkan uang, namun sisi lain kesucian Pura terganggu.

Solusi lain yang ditawarkan Nyoman Parta ialah dengan cara memanfaatkan bantuan Desa Adat yang bersumber dari Provinsi Bali. Dimana bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk mengangkat pegawai yang berasal dari salah satu pengempon Pura untuk mengawasi Pura tersebut.

“Bantuan Desa Adat dari Provinsi Bali lumayan besar setiap tahunnya, kalau mau sisihkan sedikit bantuan itu untuk menggaji tenaga keamanan di Pura, karena ini salah satu cara untuk menjaga kesucian Pura dari aktivitas wisatawan yang salah tingkah,” tegasnya.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia