Kamis, 20 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Rasionalisasi Anggaran Perubahan Tabanan Tak Temui Kesepakatan

Kamis, 13 Sep 2018 08:26 | editor : I Putu Suyatra

Rasionalisasi Anggaran Perubahan Tabanan Tak Temui Kesepakatan

BANGGAR: Suasana rapat Banggar DPRD Tabanan, Rabu (12/9) kemarin, berlangsung alot. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Rapat Badan Anggaran DPRD Tabanan dengan Sekda Tabanan dengan agenda membahas Rancangan APBD-Perubahan 2018, Rabu (12/9) kemarin, tidak menemui kesepakatan. Lantaran tidak menemui kesepakatan itulah, Ketua DPRD Tabanan I Ketut 'Boping' Suryadi yang juga selaku Ketua Badan Anggaran DPRD Tabanan memutuskan melakukan rasionalisasi R-APBD-P 2018.

Usai memimpin rapat anggaran, Boping mengatakan ada slot dana yang bisa digunakan untuk kontribusi politik. “Permintaan teman teman Banggar seperti itu harus ada dana hibah. Tetapi postur anggaran yang masuk kosong, karena kekurangan dana. Rapat kesanya mendorong APBDP ini segara ada kesepakatan,” lanjutnya. 

Setelah dilempar ke anggota Banggar rata-rata meminta menunda untuk melakukan rasionalisasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Yang pertama kita lakukan merasionaliasi Rp 21 miliar yang masuk dalam waiting list kebutuhan yang mendesak sekali,” paparnya.  

Ia pun mencontohkan untuk  dana pendukung bantuan pusat penyosohan beras terbesar  yang dapat Tabanan, justru bantuan pendukung tidak ada. Restoking lomba mancing juga tidak ada. Sarin canang Bupati dan Wakil Bupati yang intensitasnya tinggi, namun sarin canangnya kecil.

“Kalau dari rasionaliasi ngedesk OPD dengan pokja komisi ternyata ditemukan sumber dana bisa ditunda pembayaranya, dire-scheduling,   siapa tahu terpenuhi  dan ada lebih, bisa  buat dana politis hibah teman teman dewan,” sambungnya.

Jika memang nanti tidak ditemukan adanya dana lebih dan tidak ada dana hibah, pihaknya bisa menerima. “Kita realistis saja. Kalau tidak ada dana hibah saya pribadi tidak masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa menjelaskan, beberapa  usulan dari Sekwan termasuk komponen dari Dewan belum bisa terpenuhi, termasuk hibah diusulkan Rp 13 miliar. “Kita lihat dulu kegiatan yang diusulkan di masing masing OPD, ada nggak yang bisa digeser. Saya belum berani memastikan,” jelasnya.

Terkait kekurangan dana untuk perjalanan dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asiten, dan para Kabag, yang naik Rp 1,5 miliar di perubahan, Wirna Ariwangsa mengatakan di induk dipasang Rp 1 miliar untuk perjalanan dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, dan para Kabag. “Di perubahan ini ditambah Rp 1,5 miliar, jadi total semuanya Rp 2,5 miliar. Dana ini termasuk minim dibadingkan dari tahun tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3 sampai 4 miliar,” tandasnya.

Rapat anggaran antara Badan Anggaran DPRD Tabanan dan SKPD akan dijadwalkan kembali setelah dilakukan penyisiran anggaran yang terdapat di masing masing SKPD.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia