Senin, 19 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Features

Ditinggal Orang Tua, Della Ditelantarkan di Terminal Batubulan

Kamis, 13 Sep 2018 08:32 | editor : I Putu Suyatra

Ditinggal Orang Tua, Della Ditelantarkan di Terminal Batubulan

TELANTAR: Della, 11, bocah perempuan yang diduga ditinggalkan kedua orang tuanya di Terminal Batubulan sejak Minggu (9/9) lalu dibawa ke Polsek Sukawati, kemarin (12/9). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kehidupan yang dijalani Della, gadis kecil yang masih berusia 11 tahun yang tidak diketahui dari mana asalnya ini, sungguh miris. Sebab, sudah tiga hari, sejak Minggu (9/9) lalu hidupnya telantar sendirian di Terminal Batubulan, sebelum akhirnya diamankan ke Pospol Terminal, dan Rabu (12/9) kemarin dipindahkan ke Mapolsek Sukawati. Mirisnya lagi, keberadaan bocah ini di terminal diduga karena ulah orang tuanya yang menurunkannya begitu saja dari sebuah bus, untuk selanjutnya meninggalkannya sendirian.

Ketika ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) di Mapolsek Sukawati siang kemarin, gadis berambut panjang berperawakan kurus ini terlihat murung. Tak tampak sedikit senyum di wajahnya. Bahkan, saat beberapa wartawan dan polisi mendekatinya untuk sekadar menanyakan kronologis penelantaran yang dialaminya, bocah perempuan ini seketika berlinang air mata.

Tidak hanya itu, rasa takut langsung menghinggapinya. Hingga akhirnya wajahnya semakin sembab, dan menutup rapat-rapat mulutnya. “Sudahlah. Biarkan dia tenang dulu,” ucap salah seorang anggota polisi.

Menurut informasi yang diperoleh, keberadaan anak tersebut di Terminal Batubulan sejak hari Minggu itu, bermula ketika dia datang bersama orang tuanya. Namun, entah alasan apa, begitu sang anak turun dari bus, seketika orang tuanya naik lagi ke bus, dan meninggalkan anak tersebut sendirian di areal terminal. Saat itu, anak ini sempat berteriak-teriak memanggil orang tuanya, sebelum bus tersebut menghilang.

Sejak saat itu anak ini sendirian di dalam areal terminal berlinang air mata. Kondisi inilah yang membuat iba warga sekitar yang melihat anak tersebut sendirian dan terus menangis. Bahkan, beberapa warga langsung memberikan makanan, termasuk memberikan pakaian pada bocah malang itu. Selain itu, untuk tempat istirahat, Della akhirnya dibawa ke Pos Polisi Terminal Batubulan, hingga akhirnya kemarin dibawa ke Mapolsek Sukawati. Lantaran sudah tiga hari tidak nampak orang tuanya nongol ke terminal.

Ditemui di kantornya, Kapolsek Sukawati Kompol Pande Putu Sugiarta seizin Kapolres Gianyar mengungkapkan, anak tersebut sudah telantar di Terminal Batubulan sejak tiga hari lalu. Anak itu diakui ditaruh begitu saja di areal terminal oleh ibunya, dan selanjutnya meninggalkannya. Karena kasihan, lanjutnya, sejumlah warga membantunya, ada yang memberikan makanan, hingga pakaian. Kemudian anggota yang jaga di Pospol juga mengajaknya ke pos untuk beristirahat. “Siapa tahu orang tuanya datang. Namun, sampai saat ini tidak ada.

Makanya sekarang kami bawa ke Mapolsek (Sukawati), sekalian biar anak ini bisa mandi dan istirahat. Sebab kasihan kondisinya saat ini. Tidak jelas ibu bapaknya itu lari kemana,” ucapnya.

Disinggung mengenai pengakuan anak itu sendiri. Kompol Pande Sugiarta juga tampak kebingungan, karena anak tersebut tidak mau banyak bicara. “Selain itu, orang tuanya juga tidak bawa handphone, dia sendiri juga tak bawa handphone. Ditanya alamat orang tuanya juga tidak tahu, di Bali tinggal di mana juga dia tidak tahu. Kerjaan orang tuanya pun tak jelas dia sebutkan. Hanya dia tahu kalau neneknya itu ada di Jember, Gubuk Emas. Makanya agak susah,” paparnya.

Lalu, apakah dia lansung dari Jawa ke Batubulan?. “Itu saya tidak tahu. Karena anak ini juga tidak tahu dan tak banyak mau bicara. Katanya tiba-tiba saja diturunkan dan ditinggalkan di terminal. Anak ini juga tidak sekolah,” jawabnya.

Meski begitu, upaya untuk melacak identitas anak tersebut, khususnya identitas dan alamat orang tuanya, tetap akan dilakukan pihaknya. Selain pendekatan untuk menanyakan langsung pada anak tersebut akan dilakukan secara bertahap, menunggu kondisinya membaik. “Ya sama anak-anak memang harus sabar kan. Kita nanti akan koordinasi dengan Unit PPA (Polres Gianyar), termasuk dengan Dinas Sosial,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia