Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Gubernur Wayan Koster Sampaikan Raperda APBD Perubahan 2018

Kamis, 13 Sep 2018 08:38 | editor : I Putu Suyatra

Gubernur Wayan Koster Sampaikan Raperda APBD Perubahan 2018

APBD: Gubernur Bali Wayan Koster membacakan Raperda APBD Perubahan 2018 di ruang sidang utama DPRD Bali, kemarin. (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, menyampaikan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2018, dalam sidang Paripurna DPRD Bali yang dipimpin Ketua DPRD Prov Bali I Nyoman Adi Wiryatama di Ruang sidang utama, Kantor DPRD Provinsi Bali, Rabu (12/9) kemarin.

Menurut Koster, dalam acara yang juga dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta jajaran pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Bali, Raperda tentang perubahan APBD Tahun 2018 sudah disusun berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah diubah beberapa kali hingga terakhir, yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011.

Koster menyampaikan gambaran umum tentang Rancangan APBD 2018 yang semula sebesar Rp 5,9 triliun lebih, mendapatkan penambahan sebesar Rp 218 miliar sehingga menjadi sekitar Rp 6,2 triliun. Hal tersebut menurutnya karena ada perubahan target pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Sementara belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 6,6 triliun berkurang sebesar Rp 68 miliar. Ia pun menambahkan, defisit anggaran pada induk tahun 2018 yang mulanya sebesar Rp 683 miliar berkurang menjadi sekitar Rp 356 miliar. Sejalan dengan berkurangnya defisit anggaran, penerimaan Pembiayaan Daerah juga perlu disesuaikan, sehingga yang pada awalnya sebesar Rp 683 miliar menjadi Rp 452 miliar. “Pengurangan ini mengacu kepada besaran SILPA yang tertuang dalam Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017,” jelasnya. Di sisi lain, Koster juga menambahkan pengeluaran pembiayaan juga perlu disesuaikan dari yang semula tidak dianggarkan menjadi Rp 390 miliar.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia