Rabu, 19 Sep 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Dokter Gadungan Kini Dibayangi Kasus Lain

Kamis, 13 Sep 2018 08:56 | editor : I Putu Suyatra

Dokter Gadungan Kini Dibayangi Kasus Lain

GADUNGAN: Terdakwa kasus penipuan bermodus dokter gadungan, Ni Made Kunti alias dr Della, ikuti persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus penipuan bermodus dokter gadungan yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dengan terdakwanya Ni Made Kunti alias dr Della, 30, telah sampai pada tahap penuntutan.

Belum lama ini, Kunti dituntut dengan hukuman selama dua tahun dan tiga bulan atau 27 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkaranya.

Di luar proses persidangannya yang masih berjalan, Kunti rupanya masih terbelit kasus penipuan lain. Dan, sekarang ini masih dalam proses penyelidikan aparat Polsek Denpasar Barat.

Informasi yang diperoleh kemarin (12/9), perempuan yang tinggal di Jalan Muding Indah Nomor 12, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, juga tersangkut kasus penipuan karena janji sanggup meloloskan seorang calon mahasiswa ke Fakultas Kedokteran. Dalam kasus, ini korbannya merugi sekitar Rp 180 juta.

Dalam sidang tuntutannya, Jaksa Kadek Wahyudi Ardika dari Kejaksaan Negeri Denpasar selaku penuntut umum, menuntut Kunti dengan hukuman selama dua tahun tiga bulan atau 27 bulan.

Jaksa menilai perempuan kelahiran Desa Tengkudak, Penebel, Tabanan, terbukti melakukan tindak pidana penipuan seperti diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP. “Menuntut, agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa selama dua tahun dan tiga bulan,” ujar penuntut umum dalam surat tuntutannya.

Sebelum sidang tuntutan, Made Kunti sempat dicecar oleh hakim mengenai ihwal perkara yang menyeretnya ke pengadilan. Di saat itu, Kunti juga sempat menyampaikan agar nantinya dia dijatuhi hukuman yang seringan-ringannya. Dengan alasan dia mengaku menyesal dengan perbuatannya tersebut.

Dalam perkara yang disidangkan saat ini, Kunti mengaku dirinya sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Sanglah. Dia memakai nama dr. Della Sanjaya, SPDB. Sementara korbannya seorang penderita kanker payudara, Ni Wayan Lasmi yang tinggal di di Jalan Imam Bonjol Gang 106 B Nomor 7 Banjar Monang Maning, Pemecutan Kelod.

Pertemuan terdakwa dengan korban berawal sekitar pertengahan Desember 2017 lalu. Saat itu, terdakwa bertemu dengan saksi yang juga suami korban, Made Rundah, dalam sebuah acara pernikahan di Jalan Iman Bonjol Gang Rejeki, Monang Maning.

Dalam pertemuan awal itulah, Rundah cerita soal keadaan istrinya yang digerogoti kanker payudara. Mendegar itu, terdakwa langsung memanfatkan situasi dengan mengaku sebagai Made Della Sanjaya yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah.

"Terdakwa mengaku bisa mengobati penyakit kanker payudara yang dialami saksi Ni Wayan Lasmi tanpa operasi. Saksi Rundah pun tertarik meminta bantuan terdakwa untuk mengobati istrinya," tutur penuntut umum dalam persidangan awal dengan agenda pembacaan surat dakwaan.
Berselang seminggu kemudian, terdakwa mendatangi rumah saksi Rundah di Jalan Imam Bonjol Gang 106 B nomor 7 Banjar Monang maning, Pemecutan Kelod, untuk  memeriksa keadaan saksi Lasmi. Saat itu, untuk menyakinkan korbanya, terdakwa mengenakan jas warna putih dengan name tag Dr Della SPDB. 
Selanjutnya, terhitung sejak Desember 2017, terdakwa sudah 30 kali mendatangi rumah korban dan setiap kali datang terdakwa selalu meminta uang biaya pengobatan yang totalnya sudah mencapai 30 juta rupiah.

Karena tak kunjung sembuh, korban pun mulai curiga dengan profesi yang diakui  terdakwa hingga akhirnya pada Mei 2018 terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan para korban.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia