Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ketua KTT Sari Biji Dituntut Satu Setengah Tahun

Kamis, 13 Sep 2018 08:59 | editor : I Putu Suyatra

Ketua KTT Sari Biji Dituntut Satu Setengah Tahun

TUNTUTAN: Ketut Kardita, terdakwa kasus korupsi KPPE senilai Rp 95,7 juta lebih yang juga Ketua Kelompok Tani Ternak Sari Biji, saat menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar. (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Terdakwa perkara korupsi dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KPPE) senilai Rp 95,7 juta lebih, I Ketut Kardita,46, kemarin siang (12/9) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Buleleng, Fajar Alamsyah Malo dkk, Ketua Kelompok Tani Ternak (KTT) Sari Biji di Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini dituntut dengan hukuman satu tahun dan enam bulan atau satu setengah tahun.

Tuntutan hukuman itu disampaikan penuntut umum karena Kardita dinilai terbukti melakukan korupsi terhadap Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KPPE) di BRI dan BPD Cabang Singaraja sebagaimana dakwaan subsider.

Sesuai dakwan subsider tersebut, terdakwa dinilai melakukan penyalagunaan wewenang, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau suatu koorporasi.

Perbuatan Kardita itu seperti diatur dan diancam dalam Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b; ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menuntut supaya Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Ketut Kardita berupa pidana penjara salam satu tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan sementara,” ujar penuntut umum, Jaksa Kadek Adi Pramarta, dalam sidang yang dipimpin Hakim Angeliky Handjani Day.

Selain hukuman badan, Kardita juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 95.718.310,64.

Dalam sidang pertama disebutkan, Kardita didakwa melakukan korupsi dana KPPE kepada Bank BRI Cabang Singaraja dan BPD Cabang Singaraja. Pengajuan kredit tersebut dilakukan pada 4 Januari 2009 dan 2 Maret 2009.

Dalam pengajuan pinjaman tersebut, terdakwa menggunakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) tanggal 15 Desember 2008. Namun yang menjadi persoalan, nama-nama yang termuat dalam RDKK tersebut sebagian di antaranya fiktif. Penyaluran dana KPPE juga disebut tidak sesuai RDKK yang diajukan.


Karena itu, penuntut umum dalam dakwaannya menyebutkan bahwa perbuatan terdakwa itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK tentang Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57/Permentan/KU.430/7/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia