Rabu, 21 Nov 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Pacar Tak Mau Tanggungjawab, Remaja Bunuh Bayinya di Kloset

Jumat, 14 Sep 2018 20:29 | editor : I Putu Suyatra

Pacar Tak Mau Tanggungjawab, Remaja Bunuh Bayinya di Kloset

TENANG: TSA, 19, remaja yang nekat membunuh bayi hasil hubungan dengan pacara yang tak bertanggungjawab, itu tampak tenang saat digiring polisi, Jumat (14/9). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gara-gara sang pacar RN, yang diajak hubungan badan sebelum Natal tahun lalu tak mau bertanggungjawab, seorang remaja, TSA, 19, nekat membunuh darah dagingnya sendiri. Caranya dengan membekap bayi perempuan yang baru dilahirkannya lalu meletakkan di dalam kloset selama 45 menit. Setelah membunuhnya, remaja asal Padangsambian Kaja, Denpasar, ini menguburkan di depan rumahnya.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu mengatakan bahwa bayi tersebut lahir layaknya bayi normal yakni menangis. Namun saat itu oleh tersangka langsung dibekap dengan tangan kanannya dan dibiarkan di dalam kloset.

"Fakta yang terungkap memang telah hamil sejak bulan Desember. Sebelum Natal melakukan hubungan intim dengan pacarnya. Masih kelas 3 SMA Kejuruan di Badung pas hamilnya," ungkap Adnan Pandibu, Jumat (14/9).

Sejak mengetahui kehamilan tersebut, entah kapan tepatnya tersangka mengaku sempat memberitahu pacarnya yang berinisial RN. Namun justru oleh RN kejujuran tersangka tidak diindahkan. Bahkan setelah tahu tersangka hamil, RN jutru menjaga jarak hingga menghilang begitu saja. Sehingga keduanya tidak pernah berkomunikasi lagi.

Hari demi hari janin tersebut terus berkembang, tersangka pun tak punya nyali jujur kepada kedua orang tuanya. Hanya saja saat ditanya oleh ibu kandungnya, tersangka mengaku gemuk. "Ibunya sempat curiga saat itu dan tanya kok kamu seperti orang hamil. Lalu tersangka menjawab tidak aku hanya gemuk," jelasnya.

Kehamilan tersebut terus ditutupi hingga kemudian kelahiran tidak diinginkan tersebut terjadi. Saat itu tersangka sudah merasakan sakit perut sejak beberapa hari sebelumnya. Namun tidak peka jika saat itu adalah waktunya melahirkan. Kemudian pada Senin (10/9) sekitar pukul 17.00 tersangka ke kamar mandi lantaran merasakan sakit perut. Saat itulah tersangka melahirkan dan membunuh bayinya.

"Jadi kan klosetnya jongkok itu. Setelah lahiran tangan kanannya membekap mulut bayi karena nangis. Sempat pula ditanya oleh bapaknya kenapa lama di kamar mandi. Dijawabnya sedang merendam perutnya agar tidak sakit," ujarnya.

Saat itu memang hanya bapak dan adiknya saja yang berada di rumah sehingga tidak ada kecurigaan dari mereka. Sementara itu, saat proses persalinan tersebut tersangka menyalakan kran sangat keras bunyinya. Jadi bunyi tangisan bayinya pun tertutupi.

"Ya selama itu tidak pernah ke dokter. Namun setelah ini tentu kami akan antar ke dokter sesuai yang dibutuhkan," ungkapnya.

Mengaku kebingungan, 45 menit kemudian bayi tersebut diangkatnya dari kloset dan dibersihkan. Lalu dibungkus kain dan dimasukkan ke dalam tas. Tas tersebut kemudian ditaruh di sofa kamarnya. Esok harinya pelaku berangkat kerja bersama ibunya menggunakan satu sepeda motor. Lantaran keduanya sama - sama bekerja di Restaurant Panggang Ucok di Legian. Tersangka kemudian menggendong tas berisi bayinya ke tempat kerjanya dan ditaruh di kursi belakang dekat loker karyawan restauran tersebut.

Lantaran ibunya bekerja setengah hari, kemudian pelaku pulang malam hari menggunakan sepeda motor sendirian. Dan tasnya pun ditaruh di sela stang dan jok motor. Sesampainya di rumah pukul 22.00. Rupanya kondisi pun mendukungnya kembali melakukan kekejian tersebut.

Lantaran perumahan di Jalan Tukad Buana IV Perum BTN Banjar Gunung Sari Padangsambian Kaja Denpasar pada hari tersebut sudah sangat sepi seperti biasanya. Akhirnya kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk menggali lubang sedalam 40 sentimeter. Dengan perasaan tak berdosa pun kemudian menguburkan bayinya.

Setelah itu pada Kamis pagi, ibunya yang bermaksud berangkat kerja justru mencium bau busuk. Dan kuburan tersebut dikerumuni lalat. Kebetulan pula banyak anjing yang mengendus - endus sehingga menambah kecurigaan sang ibu. Kemudian sang ibu mengambil sapu lidi untuk mengorek, dan muncullah pantat bayi tersebut.

"Dibungkus dengan kaus abu abu dan kain pantai berwarna ungu. Kami mengidentifikasi dari kain itu mengarah ke pelaku," ungkapnya.

Saat dihadirkan ke awak media tersangka tetap bersikap tenang. Bahkan matanya tak nampak sembab. Raut mukanya pun seperti tidak ada rasa bersalah dan kehilangan. Atas kejadian ini tersangka kemudian dijerap pasat 341 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sebelumnya warga digegerkan penemuan mayat bayi perempuan di Jalan Tukad Buana IV Perum BTN Banjar Gunung Sari Padangsambian Kaja Denpasar pada Kamis (13/9) pukul 08.00 yang terkubur dilubang sedalam lebih kurang 40 sentimeter. 

(bx/afi/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia