Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Bupati Gianyar dan Badung Teken Kerjasama

Sabtu, 22 Sep 2018 07:58 | editor : I Putu Suyatra

Bupati Gianyar dan Badung Teken Kerjasama

MOU: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra saat melakukan penandatanganan MoU di Gianyar, Jumat (21/9). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Janji semasa kampanye berupa kerjasama antara Pemkab Badung dengan Pemkab Gianyar kemarin (21/9) direalisasikan kedua bupati. Penandatangan kerjasama yang dilangsungkan di depan Taman Kota Ciung Wanara dilakukan Bupati Gianyar I Made Mahayastra dengan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, disaksikan beberapa undangan, pejabat, tokoh masyarakat, serta warga.

Dalam sambutannya, Bupati Mahayastra menyampaikan, jika dulu sudah ada enam kabupaten di Bali yang menikmati kue dari Badung, kini dengan penandatangan tersebut, Gianyar pun saatnya bisa ikut menikmati.

Karena itu, kerjasama tersebut akan menjadi momen bersejarah bagi Pemkab Gianyar dan Badung. Dan ditargetkan, tujuh perjanjian yang menjadi isi kerjasama itu sudah akan dinikmati pada 2019 mendatang.

“Dana tersebut akan kami gunakan untuk melanjutkan pembangunan wantilan di desa pakraman. Pasalnya, untuk membangun bale banjar, Pemda baru memiliki dana Rp 130 miliar, namun kebutuhan diatas Rp 200 miliar. Sebelumnya, terpaksa prioritas perbaikan jalan kami potong, dan ditunda,” ucapnya.

“Mudah-mudahan kerjasama ini bisa menuntaskan yang belum terselesaikan. Intinya program Satu Jalur masih berlanjut, perlu perjuangan, agar semua masyarakat bisa menikmati,” sambungnya.

Sedangkan bentuk bantuan tersebut. Dipaparkan nantinya kerjasama itu berupa BKK (Bantuan Keuangan Khusus), yang sudah ada dalam kerjasama. “Nanti OPD (organisasi perangkat daerah) yang buat. Besarannya nanti Bupati Badung yang akan mengkaji, sebagai yang punya uang,” imbuhnya kepada awak media.

Sementara itu,Bupati Giri Prasta mengatakan, program one island, one management ingin diterapkannya secara merata di seluruh wilayah Bali. Dengan menggunakan prinsip menyamabraya. Fokus utama penyebaran dana tersebut diharapkan dapat membangun Bali dari berbagai bidang, khususnya seni, adat, dan budaya.

Selain itu, kepada awak media, dia juga memaparkan, kerjasama telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami melihat UU Nomor 23 tentang pemerintahan daerah, kami ikut jejak para leluhur yang ada di Bali. Bahwa di Bali ini satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. Secara aspek yuridis (juga) boleh, secara aspek undang-undangnya jelas, kemudian ini juga sudah kesepakatan dari dulu. Kemudian secara aspek sosiologis, kita adalah saudara. Maka hari ini secara langsung kami menandatangani kerjasama dengan Pemkab Gianyar, berkaitan dengan urusan pemerintahan, maupun adat dan agama, tradisi, seni dan budaya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin menunjukkan komitmen, jika para bupati dan pimpinan itu bersatu untuk mengurus Bali. Sebab dirinya meyakini, kalau pemimpin yang berkomitmen, pasti akan berdampak bagus ke bawah. Begitu juga sebaliknya, ketika pemimpin tidak berkomitmen, maka ke bawahnya pun akan kurang bagus. “Makanya kami konsepkan one island, one management, one planning. Nanti akan kami wujudkan, one stop destination,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia