Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Simpan SS di Bokor, Sarah Dituntut Enam Setengah Tahun

22 September 2018, 08: 03: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Simpan SS di Bokor, Sarah Dituntut Enam Setengah Tahun

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tuntutan hukuman selama enam tahun dan enam bulan penjara atau enam setengah tahun harus dihadapi Kadek Sarah Riantika,23. Tuntutan hukuman itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) lantaran Sarah dianggap terbukti melakukan tindak pidana narkotika. Memiliki atau menyimpan sabu-sabu dengan barang bukti seberat 3,46 gram.

Tuntutan tersebut terungkap dalam sidang yang berlangsung kemarin (21/9). Dalam surat tuntutannya, Jaksa Putu Agus Adnyana Putra menuntut Sarah sesuai dakwaan alternatif kedua dengan ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Kadek Sarah Riantika dengan pidana penjara selama enam tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara," tegas Jaksa Agus Adnyana.

Selain pidana penjara, Sarah juga dituntut dengan hukuman denda sebesar Rp 800 juta subsider dua bulan penjara.

Dengan tuntutan selama itu, Sarah melalui kuasa hukumnya, Ketut Dody Arta Kariawan, langsung menyampaikan pledoi atau pembelaan secara tertulis. Intinya, Sarah memohon keringanan hukuman dengan alasan dirinya memiliki tanggungan anak.

Kendati demikian, penuntut umum tetap pada tuntutan yang diajukannya kepada Majelis Hakim yang diketuai Hakim, I Made Pasek.

Sesuai dakwaan, Sarah terseret perkara narkotika lantaran bermula dari penangkapan pada 8 Maret 2018 lalu, sekitar pukul 12.30. Saat itu, Sarah ada di tempat kos kakaknya di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan.

Dia berada di tempat itu karena paginya, sekitar pukul 09.00, dia mendapatkan pesan instan dari kakaknya, Ni Putu Dian Rostika. Isi pesannya, terdakwa diminta datang ke tempat kosnya tersebut.

Saat pesan itu masuk, terdakwa tidak bisa langsung ke sana. Karena sedang mengasuh anaknya. Baru sekitar pukul 12.30 terdakwa datang ke kos kakaknya itu.

Begitu sampai di kos kakaknya, terdakwa sempat membeli canang dan makanan. Setelah terdakwa dan kakaknya makan. Namun, tiba-tiba kakaknya meminta terdakwa pergi dari kosnya tersebut.

Menurut kakaknya, ada beberapa orang mencurigakan seperti petugas Kepolisian yang sedang mengintai mereka. Lalu terdakwa diminta mengambil bokor yang ada di atas lemari pakaian.

Ternyata di dalam bokor itu tersimpan satu paket sabu-sabu yang digulung pakai tisu. Kemudian terdakwa menumpuknya dengan canang.

Selanjutnya, terdakwa keluar dari kamar kos kakaknya tersebut. Namun, belum sampai keluar dari areal kos, terdakwa dan kakaknya akhirnya ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia