Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Satpol PP Denpasar Bentuk Komunitas Cegah Tangkal Kota

Sabtu, 22 Sep 2018 08:10 | editor : I Putu Suyatra

Satpol PP Denpasar Bentuk Komunitas Cegah Tangkal Kota

ATRAKSI: Anggota Satpol PP Kota Denpasar tengah atraksi bela diri, di areal Tukad Bindu, Denpasar Jumat kemarin (21/9). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Demi memaksimalkan penegakan perda di masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar membentuk komunitas anyar. Langkah itu dilakukan lantaran sebagai memberdayakan masyarakat dalam mensosialisasikan perda yang berlaku. Komunitas tersebut bernama Cegah Tangkal Kota yang melibatkan langsung setiap elemen.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga mengungkapkan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) saat ini masyarakat pelanggar perda masih banyak. Sehingga dipandang perlu membuat gebrakan baru, yaitu melibatkan masyarakat langsung dalam penangannya. Di samping itu juga sekaligus sebagai mensosialisasikan perda kepada masyarakat.

“Adanya komunitas cegah tangkal ini diharapkan masyarakat saling berkoordinasi dengan pemerintah. Dan, meminimalisasi gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat,” jelasnya di Denpasar Jumat kemarin (21/9).

Sayoga memaparkan komunitas tersebut akan melibatkan ratusan anggota. Yaitu terdiri atas seluruh eleman masyarakat di Kota Denpasar. Dengan demikian, ke depannya seluruh anggota komunitas diharapkan menjadi provokator dalam menciptakan keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungannya sendiri. Sehingga pengaduan dan penangan pelanggar perda di masyarakat dapat ditangani secara maksimal.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan komunitas cegah tangkal kota dapat sebagai revolusi mental. “Terbentuknya komunitas ini diharapkan juga demi terciptanya Denpasar yang tertib, aman dan nyaman. Hal itu juga akan memengaruhi tingkat pelanggar perda,” kata Sayoga.

Selain itu, terpengaruhnya tingkat pelanggar perda juga mempengaruhi jumlah kegiatan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Kota Denpasar. Mengingat dalam sebulan ada saja kasus pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat hingga terkena sanksi tipiring tersebut.

Pada tempat yang sama, Koordinator Komunitas Cegah Tangkal Kecamatan Denpasar Utara, I Made Putra Widianara mengaku akan selalu melakukan koordinasi. Terlebih dalam setiap sosialisasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam penegakan perda yang berlaku memberlakukan satu komando.

“Kami siap berkoordinasi, sehingga gerakan penegakan disiplin ini dapat terlaksana dengan maksimal. Bukan hanya sekedar numpang nama saja dalam komunitas ini, namun kami harus bisa merealisasikan di lapangan. Dengan demikian suasana di masyarakat yang aman, dan nyaman dapat tercipta,” imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia