Rabu, 18 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pemasangan Separator Simpang Hayam Wuruk Disebut Menambah Krodit

25 September 2018, 10: 21: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pemasangan Separator Simpang Hayam Wuruk Disebut Menambah Krodit

SEPARATOR: Suasana simpang Jalan Akasia-Jalan Hayam Wuruk yang kerap mengalami kemacetan meski telah dipasangi separator. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Simpang Jalan Akasia-Jalan Hayam Wuruk sejak beberapa waktu lalu diisi separator jalan sementara. Pemasangan separator tersebut guna memecahkan permasalahan kemacetan di lokasi tersebut. Namun sayang keberadaan separator ini malah dipandang membuat simpang tersebut menjadi semakin macet. Sehingga untuk mengatasinya perlu dilakukan pelebaran jalan sekitar 4 meter, plus pemasangan trafic light di kawasan tersebut. Hal itu diungkapkan Plt Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Wayan Lemesnawa kemarin (24/9). Rencana itu pun telah dibahas sejak sebulan lalu.

“Kami memang membuat rancangannya pemasangan trafic light itu. Sekarang masih dalam tahap kajian, dan evaluasi bersama Dishub Provinsi Bali selaku pihak yang mewilayahi Jalan Hayam Wuruk. Kami khawatirkan karena pertigaan dan persimpangan seperti Jalan Nusa Indah berdekatan, antrean saat lampu merah akan menumpuk,” ucapnya.

Lemesnawa mengatakan, kajian dilakukan karena melihat kondisi jalan yang masih cukup sempit. Terlebih jarak persimpangan dengan pertigaan lainnya juga cukup dekat. Sehingga diprediksi akan memberikan efek kemacetan kembali saat lampu merah.

Karena itu guna memperlancar kondisi lalu-lintas diperlukan pelebaran jalan sekitar 4 meter. Hanya saja pelebaran jalan juga tidak memungkinkan dilakukan, karena terhalang lahan milik warga. Disisi lain, jika dipaksakan maka akan menghilangkan trotoar yang masih diperlukan untuk pejalan kaki. “Pelebaran jalan bukan hanya diperlukan pada persimpangan Jalan Hayam Wuruk, namun juga di persimpangan Jalan Nusa Indah dengan lebar 4 meter kiri dan kanan jalan,” paparnya.

Untuk itu, sampai saat ini pihaknya masih menggunakan separator sebagai pembatas jalan. Tujuannya untuk memecah kemacetan secara sementara. Disamping itu, belum dilakukannya pemasangan separator permanen, seperti titik persimpangan lainnya di Denpasar, lantaran saat ini masih dalam tahap evaluasi.

“Yang sudah pasti ini baru pengadaan trafic light saja. Sedangkan separator permanen belum ada rencananya. Kalau yang di daerah Jalan Gatsu (Gatot Subroto) itu kan yang membuat pihak Bina Marga Jalan,” imbuhnya.

Sampai saat ini terdapat tiga titik penggunaan separator sementara. Yakni Simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Anyelir yang merupakan lokasi yang kerap dilanda kemacetan. Sedangkan persimpangan lainnya masih dilakukannya sistem buka-tutup.

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia