Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Bali United Gagal Dulang Poin Maksimal di Dipta, Ini Kata Widodo

Selasa, 25 Sep 2018 10:28 | editor : I Putu Suyatra

Bali United Gagal Dulang Poin Maksimal di Dipta, Ini Kata Widodo

SELEBRASI : Ilija Spasojevic merayakan gol penyeimbang yang dicetaknya menit ke-43 kala Bali United menjamu PS Tira pada Senin (24/9) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta. (BALI UNITED FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Bali United harus puas dengan hasil imbang (1-1) di laga pekan ke-23 Liga 1 2018 ketika menjamu PS Tira di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (24/9) malam kemarin. Hasil ini selain menggagalkan langkah Bali United menempel Persib Bandung di puncak klasemen. Skor imbang juga membuat skuat Widodo C. Putro gagal membalas kekalahan pada pertemuan pertama musim ini, ketika mereka mengakui keunggulan The Young Army dengan skor 1-2 pada 30 April lalu.

Tampil dihadapan ribuan pendukung tuan rumah, penampilan PS Tira cukup impresif. Mereka mampu meredam amukan Pasukan Serdadu Tridatu. Bahkan PS Tira yang tampil percaya diri, secara mengejutkan mampu melakukan gol cepat pada awal babak pertama melalui Aleksandar Rakic. Sementara gol penyeimbang tuan rumah, lahir dari sundulan Ilija Spasojevic menit ke-43.

Hasil satu poin itu tentu menguntungkan PS Tira. Dimana mereka berhasil naik satu strip ke peringkat 16 dengan torehan 25 poin. Sementara Bali United meski gagal naik ke peringkat kedua, torehan 37 pon menempatkannya ke peringkat ketiga klasemen sementara. Terpaut tujuh poin dari Persib Bandung sebagai pemuncak klasemen.

Jalannya laga kemarin dimulai ketika PS Tira berinisiatif langsung memperlihatkan permainan menyerang. Agresifitas skuat asuhan Nil Maizar membuahkan hasil ketika laga baru berlangsung satu menit, kala The Young Army-julukan PS Tira mampu membobol gawang Bali United yang dikawal Wawan Hendrawan. Gol tersebut dilesatkan Aleksandar Rakic lewat tendangan keras kaki kirinya, setelah memanfaatkan kemelut yang terjadi di barisan pertahanan Bali United. 

Tertinggal satu gol, membuat Bachdim dkk bangkit dan perlahan menemukan ritme permainan mereka. Ball possesion serta serangan demi serangan terlihat lebih dominan diperlihatkan tuan rumah.

Keunggulan di awal laga, membuat PS Tira terlihat hati-hati mengawal pergerakan Bali United yang memainkan formasi 4-3-3, dan mengandalkan tiga pemain serang andalan, Bachdim, Platje, dan Spasojevic. Kerja keras tuan rumah membuahkan hasil, ketika menit ke-43, Spasojevic mampu merubah skor menjadi 1-1. Hingga turun minum, skor tidak berubah 1-1.

Memasuki babak kedua, Bali United dan PS Tira kembali menunjukkan jual beli serangan. Nyaris, Bali United lebih dulu memperbesar skor lewat tendangan umpan lambung yang langsung mengarah ke gawang PS Tira menit 46. Sayangnya, masih bola masih bisa ditepis Angga Saputra, kiper PS Tira. 

10 menit berjalan di babak kedua, Sang Arsitek Bali United, Widodo C. Putro merubah formasi dengan menggantikan Bachdim dan coba menurunkan Syaiful Indra Cahya untuk membantu lini tengah pada menit 54. Begitu juga pada saat pertengan waktu babak kedua, ketika menit ke-79 giliran Yandi Sofyan yang diturunkan menggantikan Nouri di garis depan. Tambahan amunisi baru membuat Bali United terus menggepur pertahan PS Tira. Sayangnya hingga berakhirnya pertandingan, skor imbang 1-1 tidak berubah. 

Usai laga, Widodo C. Putro menuturkan jalannya pertandingan cukup baik. Namun dia tidak menampik para pemain Bali United belum bisa memanfaatkan peluang dengan baik. “Pertandingan tadi memang sudah baik. Kita bisa menciptakan peluang, tapi sayang tidak membuahkan gol. Ya, itulah pertandingan sepak bola. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras pemain,” tuturnya seusai laga.

Tekait gol cepat yang dilakukan PS Tira di menit awal babak pertama, Widodo mengaku gol cukup mengganggu konsentrasi para punggawa Bali United. Bahkan keluar jauh dari skema, strategi dan taktikal yang sudah diarahkan.

“Saya kira gol cepat itu yang membuat pemain tergesa-gesa dan diluar dari skema dan skenario permainan kita. Sehingga yang terjadi adalah kita lebih banyak bermain long pass. Syukurnya kita bisa menciptakan gol mengimbangi skor,” terangnya.

“Di babak kedua ritme permainan kembali bagus untuk terus menyerang. Tentu akan ada evaluasi lagi,” jelas pelatih asal Cilacap tersebut.

Sementara itu, Nil Maizar mengaku senang bisa mencuri poin di kandang Bali United. Dia juga mengakui taktikal yang diperlihatkan para pemainnya sudah sangat baik. “Saya sebagai tim pelatih sangat berterima kasih atas kerja keras pemain. Karena sudah bisa memperlihatkan permainan yang bagus. Taktikalnya juga bagus, sehingga hasil ini bisa kita capai. Semoga permainan seperti tadi bisa terus berlanjut di pertandingan berikutnya,” ungkapnya. 

Dia mengungkapkan, penerapan taktikal counter attack sudah sesuai ekspetasi. Mengingat pemainnya bisa langsung tampil menekan hingga membuahkan gol di awal menit babak pertama. “Ya terkait gol cepat, itu dari hasil latihan, strategi dan taktikal kita. Jadi kita berupaya memanfaatkan permainan lewat couter attack. Karena, tujuan kita pastinya untuk bisa menaiki tangga klasemen. Tapi yang terpenting bagi kami, bagaimana memyempurnakan strategi dari bertahan dan menyerang. Karena itu yang cukup penting bagi kami di setiap pertandingan,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia