Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Features

Setiap Arisan, Wajib Bawa Botol Bekas, Hasilnya untuk Beli Seragam

Minggu, 07 Oct 2018 21:27 | editor : I Putu Suyatra

Setiap Arisan, Wajib Bawa Botol Bekas, Hasilnya untuk Beli Seragam

BOTOL PLASTIK: Petugas bank sampah mengumpulkan botol plastik dari PKK Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Minggu (7/10). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Organisasi ibu  rumah tangga yang tergabung dalam pembina kesejahteraan keluarga (PKK) Banjar Peken, Sumerta Kaja, Denpasar memiliki ide unik. Setiap arisan bulanan semua anggota PKK wajib membawa 10-15 botol bekas. Semua itu diuangkan melalui bank sampah desa setempat dan nantinya akan dibelikan seragam. 

Hal itu diungkapkan oleh ketua PKK Banjar Peken, Putu Sartini saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di Denpasar Minggu (7/10).

Dalam kesempatan itu, ia mengaku keseluruhan anggota berjumlah 125 orang. Mereka diwajibkan membawa 15 botol bekas air mineral sebulan sekali, dan dirasanya tidak memberatkan anggotanya. Mengingat hasilnya nanti akan digunakan kepentingan bersama.

“Kalau satu kali arisan itu hasilnya sekitar Rp 77 ribu. Program ini baru memasuki bulan ketiga, dan mereka wajib membawa botol  karena kita rasa tidak berat-berat amat,” jelasnya.

Ide awal kenapa harus menggunakan botol, Sartini menjelaskan bahwa sampah berupa botol bekas di masing-masing rumah pasti ada saja. Ia juga memilah-milah botol yang diperbolehkan, jika botol besar hanya membawa 10 botol. Tipe tanggung dapat membawa sebanyak 15 botol, sedangkan tipe gelas bisa sebanyak 50 buah.

“Ide ini juga supaya anggota tidak keluar uang untuk membeli kostim, termasuk juga ini dapat meringankan beban mereka. Sekaligus kita dapat menjaga lingkungan sekitar bebas dari sampah plastik,” ungkapnya.

Sampai saat ini pihaknya baru memiliki tabungan di bank sampah sebanyak Rp 250 ribu. Target memiliki seragam hasil dari pengumpulan botol bekas itu sekitar empat tahun mendatang. Karena jika dihitung sekali pengumpulan botol setiap anggota menabung Rp 3-5 ribu.

Pada tempat yang sama Kepala Dusun Banjar Peken, I Wayan Murdika mengungkapkan pengumpulan barang bekas di balai banjar setempat ada sebulan dua kali. Sesuai jadwal arisan PKK dan pengumpulan secara mandiri dari seluruh anggota banjarnya. “Kalau ibu PKK mereka punya program sendiri memang dari dulu saat arisan wajib membawa botol bekas. Di luar itu juga ada bagi masyarakat umum,” ucapnya.

Dia menambahkan dalam satu kali pengumpulan bisa mencapai satu truck barang diangkutnya. Sedangkan tabungan yang dimiliki masyarakat langsung dikelola oleh koperasi yang ada di sana. “Rata-rata mereka membawa botol bekas dan kardus. Ada juga yang membawa TV  dan sepeda bekas, tapi tidak sering. Itu juga harganya disesuaikan dengan beratnya,” imbuh dia. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia