Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Sri Mulyani Dorong Tingkatkan Pembiayaan Kreatif

08 Oktober 2018, 21: 15: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sri Mulyani Dorong Tingkatkan Pembiayaan Kreatif

MENKEU: Menteri Sri Mulyani dalam Media Forum Creative and Innovative Financing: Showcasing Indonesia Model dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018 di Nusa Dua Senin (8/10). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, NUSA DUA - Kementerian Keuangan terus meningkatkan upaya membangun skema pembiayaan inovatif dan kreatif, untuk memperkuat ketahanan fiskal. Pemerintah dalam hal ini, telah menginisiasi beberapa skema pembiayaan inovatif dan kreatif dengan bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan menugaskan BUMN dibawah Kementerian Keuangan,serta skema blended finance.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Media Forum Creative and Innovative Financing: Showcasing Indonesia Model dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018 di Nusa Dua Senin (8/10) mengatakan, salah satu tujuan yang ingin dicapai dari implementasi skema pembiayaan yang inovatif dan kreatif adalah untuk mencapai target pembangunan. “Namun tetap menjaga agar APBN tetap sehat dan akuntabel,” jelasnya.

Dilanjutkan Sri Mulyani, pembiayaan yang inovatif dan kreatif sendiri menitikberatkan pada upaya untuk mencari sumber pembiayaan alternatif yang tidak bergantung pada APBN. Hal tersebut bertujuan agar ketahanan fiskal tetap terjaga dengan mendorong peningkatan partisipasi sektor/pihak di luar pemerintah untuk turut serta dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Selain itu, BUMN dan instansi di bawah Kementerian Keuangan diharapkan dapat memainkan peran penting sebagai instrumen fiskal sekaligus aktor pembiayaan kreatif untuk mengimplementasikan Value for Money dalam upaya mengakselerasi pembangunan nasional.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa KPBU memiliki keunggulanyaitu menjaga governance (transparan, akuntabel dan mempertimbangkan risiko).“Dengan KPBU kita bisa mengakses the best talent available dan bisa memperkaya produk-produk keuangan negara,” ungkapnya.

Skema pembiayaan yang inovatif dan kreatif antara lain skema KPBU,merupakan sebuah skema penyediaan dan pembiayaan infrastruktur yang berdasarkan pada kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta).

Pada tahun 2019, direncanakan beberapa proyek  infrastruktur yang dibangun melalui skema KPBU-Availability Payment (Pembayaran Ketersediaan Layanan) dengan nilai diperkirakan Rp 9,38 triliun. Skema lainnya adalah pemberian penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam hal ini, dukungan Pemerintah diberikan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN), pemberian pinjaman atau penjaminan. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia