Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Stikom Bali Dukung Jajan Tradisonal Sengait Jadi Oleh-Oleh Khas Bali

Rabu, 10 Oct 2018 07:18 | editor : I Putu Suyatra

Stikom Bali Dukung Jajan Tradisonal Sengait Jadi Oleh-Oleh Khas Bali

BERPOSE: Para pengelola dan pekerja UMKM Jajan Sengait berpose. Dari kanan Ni Made Yulia, Putu Kia, Ibu Surya, Ibu Tika, Dwijayani, Ibu Dewi Pradnyawati (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pernahkah Anda mencicipin jajanan tradisional khas Bali? Bentuknya yang beranekaragam ditambah warnanya yang menarik membuat jajanan tradisional khas Bali begitu digemari masyarakat. Salah satu jajanan yang kini mulai langka yakni Jajan Sengait. Seperti apa?

Jajan Sengait terbuat dari singkong dan didominasi dengan gula merah. Jajan satu ini cukup diminati baik oleh selera masyarakat lokal maupun tamu mancanegara. Rasanya yang manis dan teksturnya yang gurih membuat penganan ini begitu digemari. Hal itu yang diungkapkan  Pemilik salah satu UMKM Jajan Sengait, Ni Made Ariani  Senin (10/8) kemarin.

Lokasi usahanya di wilaayah Banjar Curah, Desa Gubug, Kecamatan/Kabupaten Tabanan. Sudah ia jalankan selama tiga tahun.

Namun karena kurangnya dukungan pemerintah setempat mengakibatkan mengembangan produk jajan sengait ini terbilang cukup sulit. “Dari awal, dari proses produksi hingga pemasaran kami lakukan secara swadaya. Artinya tidak ada bantuan atau penyuluhan dari pemerintah terkait. Maka itu produk kami jadi tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dari luar daerah. Padahal peluangnya sangat besar untuk menjadikan produk jajan  ini menjadi oleh-oleh khas Bali. Karena di beberapa tempat toko oleh-oleh khas Bali sangat jarang terdapat produk jajan sengait ini,” terang Ariani.

Berbeda lagi menurut Ibu Sriani,  yang beralamat di Dauh Peken, Tabanan yang juga memiliki UMKM pembuatan Jajan Sengait. Menurutnya area pemasaran perlu diperluas dengan salah satunya menempatkan produk Sengait di toko oleh-oleh khas Bali. “Kami ingin sekali menaruh produk sengait di toko oleh-oleh sehingga pemasaran lebih cepat. Tetapi kami tidak percaya diri disebabkan produk kami kemasannya kurang menarik” kata Ibu Sriani.

Tim Dosen STMIK STIKOM Bali yaitu terdiri dari Ni Made Dwijayani, Kadek Dewi Padnyawati dan Wayan Suka Ardana Yasa, berusaha membantu permasalahan yang dihadapi UMKM jajan tradisional Sengait. Adapun bantuan yang diberikan antara lain: bantuan peralatan penunjang produksi, pembuatan label produk, pembuatan kemasan produk yang menarik. Serta pelatihan pemasaran melalui media sosial maupun website dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi.

Ni Made Dwijayani menjelaskan, kegiatan PKM jajan sengait di Banjar Curah, Desa Gubug dan Dauh Peken, Tabanan sudah dilakukan mulai April 2018 sampai sekarang. “Kami lakukan sosialisasi terhadap kedua UMKM,  memberikan bantuan peralatan serta pelatihan pemasaran,” ujarnya.

Sosialisasi yang diberikan Tim Dosen STIKOM Bali kepada kedua pengelola UMKM tersebut, yakni mengenai program PKM (Program Kemitraan Masyarakat). “Dalam sosialisasi tersebut dilakukan untuk mendengar apa yang menjadi keluhan mereka dalam mengembangkan produk Jajan Sengait yang berdampak pada kurangnya penjualannya,” ujar Dwijayani.

Bantuan yang diberikan berupa alat produksi, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan manajemen pemasaran, serta desain kemasan produk. Untuk masalah pemasaran, kedua UMKM dilatih menggunakan media sosial dalam pemanfaatan teknologi informasi oleh Wayan Suka Ardana Yasa. Serta pelatihan manajemen keuangan dilakukan Kadek Dewi Padnyawati selaku Dosen Ekonomi.

 “Kami ingin melalui kegiatan ini hasil produk Jajan Sengait kedua UMKM dapat dipasarkan lebih luas lagi. Dan dapat menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Bali” jelas Suka Ardana Yasa.

Ibu Made Ariani  merasa sangat terbantu dengan kegiatan PKM yang dilakukan Tim Dosen Stikom Bali. “Saya sangat berterimakasih karena sudah banyak dibantu dalam usaha Jajan Sengait dengan bantuna peralatan produksi maupun melalui pelatihan. Hasil kemasan produk menjadi lebih menarik sehingga kami percaya diri untuk memasarkan ke kantor-kantor maupun ke toko oleh-oleh dan swalayan,” terang Ariani. Hal senada disampaikan Ibu Sriani. “Dengan bantuan peralatan produksi, kami mampu melakukan produksi Jajan Sengait dalam jumlah banyak dan waktu menjadi lebih efektif. Harapan saya semoga produksi semakin meningkat. Serta jajan sengait semakin digemari sebagai camilan sehari-hari. Karena menyehatkan terbuat dari bahan utama ketela singkong,” ujar Sriani.

Terakhir  Tim Dosen STIKOM Bali dan pemilik UMKM, Ibu Made Ariani  dan Ibu Sriani berharap ada lebih banyak kegiatan sejenis seperti PKM yang mampu membantu secara langsung UMKM di daerah. Sehingga dapat membangun industri rumah tangga lebih banyak dan berkembang baik. “Semoga teman-teman dosen lainnya lebih banyak melakukan kegiatan seperti ini sehingga dapat menunjang perekonomian daerah khususnya,” tutur Dwijayani. 

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia