Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Lima Anggota Komplotan Garong Spesialis Pikap Digulung

Rabu, 10 Oct 2018 08:41 | editor : I Putu Suyatra

Lima Anggota Komplotan Garong Spesialis Pikap Digulung

SUDAH BERUMUR: Suyatno, 50, salah satu anggota komplotan spesialis maling pikap saat dibeber Satreskrim Polres Gianyar kemarin (9/10). (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Sepak terjang komplotan pencuri spesialis mobil bak terbuka (pikap) asal Jawa berhasil diungkap jajaran gabungan Polres Gianyar, Polres Badung dan Ditreskrimum Polda Bali. Salah satu tersangka ditangkap aparat Polres Gianyar, Suyatno, 50. Pria asal Pasuruan, Jawa Timur, ini pun ditahan di sel Mapolres Gianyar. Sedangkan empat rekannya yang lain diamankan Polres Badung.

Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan ketika merilis kasus ini kemarin (9/10) memaparkan, pengungkapan komplotan maling spesialis mobil pikap itu tak lepas dari adanya laporan I Wayan Muriata, warga Desa Singakerta, Ubud. Dimana dari laporan korban diterangkan, pada 26 September lalu mobil pikap warna hitam yang diparkir di garasi rumahnya hilang.

Berbekal laporan tersebut proses penyelidikan dipimpin Kanit I Ipda Andika Arya Pratama langsung dilakukan. Tak hanya itu koordinasi juga dilakukan dengan tim opsnal Polres Badung, serta Ditreskrimum Polda Bali. Mengingat berdasar informasi, kasus pencurian pikap dengan modus yang sama, juga terjadi di wilayah Badung.

“Dari proses penyelidikan bersama, kami mengetahui kalau para pelaku tersebut merupakan jaringan pencurian mobil yang tengah menyasar wilayah Bali. Tidak hanya itu, didapatkan informasi jika kelompok ini telah berhasil mengantongi sejumlah mobil hasil curian,” terangnya.

Hal ini juga sejalan dengan informasi dan laporan mengenai kasus pencurian mobil sejenis pikap di sembilan lokasi di Bali. Tiga di antaranya terjadi di Gianyar, lalu empat TKP lainnya ada di Badung, dua di wilayah Denpasar, dan satu TKP di wilayah Jawa Timur.

“Pada proses penyelidikan tersebut, muncul lagi kasus yang sama, dan setelah diselidiki, mereka ada di wilayah Badung. Makanya ketika itu empat pelaku pertama berhasil dibekuk dan diproses Polres Badung,” katanya.

“Dari penangkapan empat pelaku pertama tersebut, secara bersama-sama kami kembangkan lagi, hingga pada 6 Oktober lalu tersangka Suyatno ini kami tangkap di rumahnya di Malang. Namun karena dia merasa mengetahui medan di kampungnya, dia mencoba kabur. Sehingga tindakan tegas dilakukan, yakni dengan pelumpuhan (menembak kaki kiri),” sambungnya.

Disinggung sudah berapa lama komplotan tersebut beraksi, menurut hasil penyelidikan, kasus pencurian mobil pikap di wilayah Bali terjadi sejak beberapa bulan lalu. Modus operandi pelaku disebutkan tidak seterusnya tinggal di Bali. Dimana mereka baru berangkat ke Bali ketika hendak beraksi. Caranya dengan bersama-sama melakukan pengintaian pada rumah-rumah warga yang kedapatan ada mobil pikap yang tengah terparkir.

“Kemudian ketika ada peluang, komplotan ini turun dan mendorong mobil korbannya. Begitu jauh dari rumah, baru dihidupkan dengan menggunakan kunci T. Lalu mobil langsung dibawa ke Jawa melalui darat, atau dinaikkan ke dalam truk,” bebernya.

Pilihan hanya mencuri mobil pikap, selain karena lebih mudah dijual, baik secara utuh maupun setelah dipreteli. Tak hanya itu, peminat mobil pikap di Jawa pun juga lebih banyak. Ini terbukti dimana satu unit pikap barang bukti yang diamankan tersebut telah dijual kepada penadah sebesar Rp 15 juta. Sedangkan satu lainnya juga sudah laku ke warga Malang seharga Rp 60 juta.

Untuk barang bukti, secara total ada tiga unit. Satu unit pikap diamankan di Polres Badung. Sedangkan dua unit lainnya ada di Polres Gianyar. Perinciannya, satu ditemukan di Sukawati, dan satu lagi diamankan di Malang.

“Selain lima tersangka (satu tersangka di Polres Gianyar dan empat tersangka di Polres Badung). Untuk komplotan ini juga masih ada tiga orang lainnya yang DPO. Untuk tersangka, kami jerat dengan dengan pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia