Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

PAD Stagnan, Koster Buru Dana Pusat untuk Shortcut Mengwi-Singaraja

10 Oktober 2018, 19: 38: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

PAD Stagnan, Koster Buru Dana Pusat untuk Shortcut Mengwi-Singaraja

Gubernur Bali, Wayan Koster (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster semakin gencar berjuang mendapat anggaran di pusat. Itu dilakukan karena saat ini tidak bisa mengandalkan PAD Bali yang cenderung tidak meningkat sejak lima tahun terakhir. Sehingga Koster ingin mendapatkan anggaran dari APBN. Termasuk dalam mewudukan pembangunan shortcut Mengwitani – Singaraja yang terdiri dari jumlah 10 titik.

Dalam acara di Praja Sabha Kantor Gubernur Bali Koster mengatakan PAD Bali hanya Rp 3,4 triliun. Bahkan jumlah itu 5 tahun terakhir stagnan. “Dengan Rp 3,4 triliun itu sudah sangat sulit membangun. Tidak bisa bahkan saya tidak tertarik lagi membahas PAD. Sudah stagnan,” jelas Koster.

Dia mengaku sudah memikirkan skenario lain, dari sumber baru. Salah satunya untuk meyakinkan pemerintah pusat untuk bisa menopang pembangunan infrastruktur Bali. Koster mengatakan, salah satu caranya ketika mampu menjaga nama baik negeri ini dalam agenda - agenda internasional di Bali, seperti IMF –World Bank, bisa berjalan dengan sukses, maka itu akan menambah keyakinan pusat. Sehingga akan lebih mudah menyampaikan rencana pembangunan di Bali. “Misalnya proses persiapan agenda IMF, hadir Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono. Langsung saya sampaikan agar didukung bisa tuntas pembangunan shortcut,” jelas Koster.

Hasilnya, Menteri PUPR Basuki langsung melakukan peninjauan lokasi. Turun di titik 1 – 2, kemudian 3 – 4 hingga titik 5 – 6. Saat di lokasi Menteri PUPR langsung menghubungi Koster. “Saya langsung ditelepon, dibilang bahwa bagus rencana untuk memangkas jarak Denpasar – Singaraja dengan shortcut dan pusat siap membantu,” sambung mantan Anggota DPR RI ini.

Bahkan untuk tahun 2018 ini, pusat sudah menganggarkan Rp 156 miliar untuk pembangunan paket 5 - 6 yang lokasinya di Yeh Ketipat, Buleleng. Sedangkan untuk paket 3 - 4 di Bedugul sudah dianggarkan juga di APBD Bali. Untuk berikutnya pusat berjanji akan menuntaskan, untuk paket pembangunan shortcut di titik 7-8 di tahun 2020 dan titik 9-10 di tahun 2021. Secara keseluruhan, 10 titik shortcut membutuhkan anggaran Rp 1,3 triliun. Sedangkan anggaran untuk pembebasan lahannya mencapai sekitar Rp 230 miliar. Pengadaan lahan ditanggung sepenuhnya oleh APBD Provinsi yang sudah mulai dianggarkan pada APBD Perubahan 2018.

“Pembebasan lahan nanti, Pemprov yang menanggung. Kami sudah nyatakan siap,” imbuh Koster.

“Kemudian untuk FS (feasibility study) dan DED (Detail Engenering Design) juga kami siap menanggung dari provinsi. Pak Menteri semangat dengan komitmen ini,” sambungnya.

Tak hanya itu. Koster mengatakan bahwa Bandara Ngurah Rai walaupun diperluas saat ini, hanya bisa sampai 5 tahun ke depan. Setelah itu kembali akan jenuh. Dengan kondisi sudah jenuh, tetap harus segera ada arah pembangunan Bandara di Buleleng. “Bandara di Buleleng tetap harus, walaupun ada perluasan Bandara Ngurah Rai. Pusat juga sudah merespons,” urainya.

Dengan langkah ini, Sekretaris Komisi III DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana menyambut luar biasa perkembangan ini. “Shortcut tersebut harus segera diselesaikan karena wisatawan selama ini lebih banyak sampai ke Danau Beratan atau Danau Buyan. Selebihnya tidak mau lagi melanjutkan perjalanan ke Buleleng akibat jalur yang berkelak-kelok,” jelas politisi asal Buleleng ini.

Bagi politisi gaek PDIP ini, telah ada alokasi anggaran Rp 397 miliar pada rancangan APBD 2019 untuk shortcut. Anggaran itu sebagian didapat dari hasil penyisihan hibah yang difasilitasi anggota dewan. Masing-masing anggota sepakat hibahnya dipotong antara Rp 2 hingga Rp 3 miliar. Hibah yang difasilitasi para pimpinan dewan bahkan dipangkas hingga 50 persen atau sekitar Rp 5 miliar.

Kariyasa juga berharap Badung membantu, karena selama ini pariwisata Bali lebih dominan hasilnya di Badung.  “Semoga nanti Badung ikut membantuk membangun, misalnya satu titik. Sehingga lebih cepat selesai,” harap calon DPR RI dapil Bali ini. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia