Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

TNI AL Siapkan Sepuluh Kombat untuk Jaga Bali selama IMF-WB

10 Oktober 2018, 20: 37: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

TNI AL Siapkan Sepuluh Kombat untuk Jaga Bali selama IMF-WB

SIAGA: Salah satu kapal perang yang disiagakan selama pelaksanaan IMF-WB di Bali. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebanyak 10 Kapal Kombat alias kapal perang disiagakan sejak H-2 menjelang pelaksanaan IMF-WB yang diselenggarakan sejak tanggal 8 sampai 14 Oktober 2018 di Nusa Dua. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko pada Rabu (10/10) di dermaga timur Pelabuhan Benoa.

Untuk alusista khususnya dari angkatan laut sudah mengerahkan 10 kapal perang dalam rangka melaksanakan dan pengamanan penyekatan diseluruh Bali. Kemudian untuk di laut bersama dengan instansi stakeholder terkait, dari seperti Basarnas dan KPLP. Sementara dari Airud telah diturunkan RIB atau Searider dan Rubber Boat di laut selama kepala negara dan delegasi melintasi di jalan tol di laut.

"Situasi perairan di Bali sekarang dari informasi rekan - rekan di laut aman. H-2 sebelum pelaksanaan kapal kombat sudah ada di peraiaran bali sampai tanggal 16. Penyekatan untuk unsur KRI berada disisi utara, barat, timur dan selatan Pulau Bali. Pokoknya seluruh Pulau Bali ini sudah dikelilingi oleh unsur - unsur kapal perang RI," tuturnya.

KRI tersebut yang sudah digunakan adalah kapal kombat seperti KRI Martadinata, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Banda Aceh dan lainnya. Kombat dijelaskannya adalah kapal tempur yang mempunyai kemampuan khsusus antisipasi peperangan udara, bawah air dan pengangkut personil serta penumpang.

Pun disiagakan sebanyak 2000 personel dari Angkatan Laut bersama KRI. Dengan dibantu 800 personel gabungan dari stakeholder terkait lainnya. "KRI - KRI yang ada selama pegamanan dan penyekatan di laut, untuk belanja keperluan logistik dan air tawar akan sandar di Benoa. Kalau untuk bahan bakar disuplai KRI Tarakan," jelasnya.

Selama pengamanan ini pihaknya bekerja sama dengan seluruh instansi maritim yang berada di Bali yaitu dari Polsek, Polair, Basarnas, KPLP, Keimigrasian dan stake holder terkait untuk membantu keamanan terselenggaranya IMF ini.

Sementara itu Satgas VIII unit patroli RIB SHARK, Rubber Boat dan Kapal XI 2012 Dit Polair Polda Bali melaksanakan patroli laut secara rutin seputaran perairan Nusa Dua hingga Bandara pada Rabu (10/10). Hal ini dilakukan untuk mengamankan IMF - WB.

Wakasatgas VIII Ops Puri Agung 2018 AKBP Bambang Wiriawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan menangkal gangguan keamanan melalui jalur tikus perairan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan agenda rutin tugas dan tanggung jawab Dit Polair Polda Bali mengamankan perairan wilayah hukum Polda Bali.

Disampaikannya, pelaksanaan patroli laut ini menyasar peraian Tanjung Benoa, perairan Jalan Tol Laut, Nelayan dan Tempat Wisata Laut dipesisir pantai. Selain melaksanakan patroli laut, Satgas VIII juga melaksanakan Escape Laut, memberikan pertolongan dan penyelamatan delegasi melalui jalur laut.

Di sela - sela pelaksanaan patroli, petugas juga melakukan penyuluhan kepada nelayan dan pengusaha wisata laut. Pada kesempatan tersebut, polisi menghimbau agar para pengusaha wisata untuk sementara waktu mengurangi aktivitas wisatanya.

“Mari sama - sama berpartisipasi dalam memberikan rasa aman secara tidak langsung kepada para delegasi yang akan melintasi jalan Tol Laut untuk menghindari terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan. Sehingga, seluruh rangkaian kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 dapat berjalan dengan sukses, aman dan kondusif,” tutupnya. 

(bx/afi/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia