Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Konferensi Code Bali; Ada Hacker Digaji Rp 60 Juta di Singapura

11 Oktober 2018, 08: 29: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Konferensi Code Bali; Ada Hacker Digaji Rp 60 Juta di Singapura

SIBER: Konferensi CODE Bali di Padma Resort Legian pada Rabu (10/10) (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan dukungannya kepada CodeBali. Ini terkait dengan penyelenggaraan konferensi bertajuk Cyber Security Solution for the Emerging Threat : Protection in Critical Information Infrastructure and IoT World yang diselenggarakan di Hotel Padma Resort Legian Bali sejak Selasa (9/10) hingga Jumat (12/10).

Kegiatan internasional tahunan tersebut dihadiri oleh pakar IT, perwakilan instansi pemerintah, lembaga swasta, peneliti, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dengan tujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan siber dalam menghadapi berkembangnya ancaman yang menyasar infrastrukur internet.

Kepala BSSN Djoko Setiadi selaku keynote speaker CodeBali menjelaskan, kemajuan teknologi Internet of Thing (IoT) dapat menghadirkan berbagai hal positif. Utamanya dalam mendukung pembangunan Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, kerentanan teknologi informasi juga harus diperhatikan mengingat besarnya risiko serangan siber yang bisa berdampak pada hajat hidup orang banyak dan perekonomian nasional. "Sebagai konsolidator startegi keamanan siber Indonesia, BSSN mengajak dan merangkul seluruh pemangku kepentingan keamanan siber nasional dan internasional untuk bekerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi melalui media Codebali 2018," paparnya pada Rabu (10/10).

BSSN mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan CodeBali 2018 dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berbagi informasi dan isu keamanan siber serta menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan siber dalam menghadapi semakin berkembangnya ancaman pada infrastruktur Internet dan teknologi komunikasi informasi lainnya. "Menyatukan kemampuan diantara negara - negara Asia yang mana untuk mengadapi gangguan apapun. Yang datang dari serangan siber," tuturnya.

Kenapa demikian, dijelaskannya karena sesungguhnya bahwa serangan siber ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja. Tetapi berlaku untuk bangsa - bangsa di dunia. Akan bisa mengalami serangan seperti itu. Oleh karena itu, Indonesia menginisiasi terus mengadakan lomba hacker. "Sambil pengen tahu putra puteri kita yang unggul, yang tangguh untuk menghadapi serangan - serangan diarea siber ini. Kedepan mereka yang juara itu kita himpun dan kita kumpulkan sebagai badan siber," jelasnya

Bentuk kolaborasi dengan negara - negara di Asia, di antaranya dicontohkan dengan pertemuan semacam ini secara Internasional atau dilingkup Asia untuk membicarakan bersama masalah siber yang dihadapi. Guna mendapatkan solusi bersama.

Sementara sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan IMF - WB Djoko memyampaikan BSSN sudah siap 1 x 24 jam. Untuk mengantisipasi serangan yang dimungkinkan. Kondisi keamanan siber di Indonesia sekarang pun disebutnya juga kondusif.

"Untuk keamanan siber, sudah jelas badan siber ada disana untuk keamanan IMF - WB. Mungkin juga, apakah dari peserta juga menyiapkan itu tergantung kemampuan masing - masing. Tapi dari BSSN sudah siap 1 x 24 jam untuk mengamankan IMF," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Bisyron Wahyudi selaku koordinator acara bahwa kali ini sebanyak 177 tim dari seluruh Indonesia yang diseleksi secara online. Dan menyisihkan 11 tim yang sebagian besar dari universitas - universitas dari Jawa. Namun potensi para hacker di Bali pun juga dinilai mumpuni lantaran masuk level 5 saat di final. "Memang kualitasnya bagus. Sudah mumpungi dan sangat bagus," imbuhnya.

Sementara itu para hacker yang terseleksi sebelumnya pun kerap menjuarai lomba hacker bahkan tingkat ASEAN. Dan beberapa diantara mereka ada yang telah direkrut oleh perusahaan asing di Singapura dengan gaji paling tidak Rp 60 juta per bulannya. Belum ditambah lagi dengan insentif dan lain sebagainya.

Seperti diketahui Code Bali merupakan rangkaian kegiatan simulasi ethical hacking, keamanan jaringan komputer, penanganan insiden dan kejahatan siber, konferensi, forum diskusi berbagi informasi, pelatihan, dan pameran terkait keamanan siber.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia