Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Seragam Gratis untuk Yatim Piatu dan Disabilitas di Buleleng

11 Oktober 2018, 09: 28: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Seragam Gratis untuk Yatim Piatu dan Disabilitas di Buleleng

I Gede Suyasa (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, memberikan seragm gratis pada siswa SD Yatim Piatu dan penyandang disabilitas. Seragam gratis tersebut diberikan melalui APBD dengan total Rp 560 juta.

Kepala Disdikpora Buleleng, I Gede Suyasa menjelaskan, 2.000 siswa penyandang disabilitas dan yatim piatu akan mendapat bantuan seragam gratis setahun sekali. Saat ini program pemberian pakaian seragam itu sedang proses tender.

Suyasa memprediksi pakaian itu kemungkinan bisa diserahkan 50 hari ke depan. Ia merinci, setiap orang anak, berhak menerima satu pasang seragam putih-merah, dan satu baju pramuka. 

Selain  anak jenjang SD, Disidikpora sebut Suyasa juga menganggarkan hal yang sama."Untuk SMP juga dapat. Pembagiannya sudah di jadwalkan. Kalau SMP memang sedikit khusus untuk anak posko drop out saja. Ini program satu tahun sekali. Karena kami melihat anak-anak penyandang disabilitas dan yatim piatu seragamnya itu-itu saja. Satu minggu tidak pernah diganti nah kami hadirkan program ini," terangnya saat ditemui Rabu (10/10) siang.

Lebih lanjut Suyasa menambahkan bila anggaran mencukupi, tahun depan pihaknya akan memberikan dua pasang seragam putih-merah, dan satu baju pramuka. Sementara untuk baju olahraga tidak masuk dalam tanggungan, karena masing-masing sekolah memiliki desain baju berbeda.

"Kenapa hanya baju seragam putih-merah dan Pramuka kami berikan, karena untuk baju olahraga kami kan harus menunggu desain dari sekolah masing-masing. Dan nampaknya itu agak sulit untuk proses pengadaan," ujarnya. 

Suyasa berencana program ini akan diberikan kepada siswa yang sama setiap tahunnya. Kecuali bila anak-anak penyandang disabilitas dan yatim piatu sudah tamat SMP dan naik ke jenjang SMA. "Kami akan lakukan tiap tahun dengan orang yang sama. Kecuali yang sudah tamat ke SMA tidak lagi. Karena kewenagannya sudah berbeda," tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia