Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Jokowi Kenalkan Konsep Tri Hita Karana dalam Pertemuan Internasional

Jumat, 12 Oct 2018 09:29 | editor : I Putu Suyatra

Jokowi Kenalkan Konsep Tri Hita Karana dalam Pertemuan Internasional

BICARA: Presiden RI Joko Widodo yang menjadi keynote speaker pada acara Tri Hita Karana on Sustainable Development Forum 2018 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Kamis kemarin (11/10). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NUSA DUA - Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang menjadi keynote speaker pada acara Tri Hita Karana on Sustainable Development Forum 2018 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Kamis kemarin (11/10).

Berbicara di depan forum, Presiden RI Joko Widodo menggugah kesadaran para peserta dan delegasi bahwa pembangunan berkelanjutan seharusnya bermuara pada kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana dimana keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesamanya dan dengan alam merupakan kunci dari kebahagiaan. 

“Konsep Tri Hita Karana, yang menggambarkan keharmonisan manusia dengan tuhan, dengan sesama dan alamnya adalah kunci kebahagiaan,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan meski bukan yang terkaya ataupun termaju, banyak hal yang menunjukkan kalau orang-orang Indonesia salah satu yang paling bahagia di dunia. Oleh karena itu Ia mengundang para peserta Tri Hita Karana Forum untuk mencari tahu bagaimana hal itu bisa terjadi dengan mendatangi berbagai tempat di Indonesia.

Bagi Gubernur Bali Wayan Koster, dipromosikannya kearifan lokal Tri Hita Karana dalam pertemuan internasional dan menjadi bagian dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia merupakan sebuah peristiwa yang membanggakan bagi umat Hindu pada umumnya dan Bali pada khususnya. Apalagi, ia menambahkan, Tri Hita Karana ini juga menjadi pola pembangunan Bali ke depan sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Untuk mewujudkan hal itu Gubernur Koster ingin bersinergi dengan semua pihak yang memiliki kepedulian dengan alam manusia dan budaya Bali. “Program saya ke depan yang utama adalah mengkonservasi alam, manusia dan budaya Bali dengan konsep penjabaran Sat Kertih,” kata Koster.

Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan kerjasama senilai USD 30 juta sebagai bagian dari penerapan pembangunan berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana di United in Diversity Campus, Bali.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia