Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ada Hadiah Rp 500 Ribu Bagi Pembekuk Pembuang Sampah, Mau?

Jumat, 12 Oct 2018 09:49 | editor : I Putu Suyatra

Ada Hadiah Rp 500 Ribu Bagi Pembekuk Pembuang Sampah, Mau?

Nyoman Tirtawan (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Lapangan Puputan Margarana atau Lapangan Bajra Sandhi, tidak pernah bersih total. Kesan jorok masih terjadi, bahkan beberapa sampah masih menumpuk sana – sini. Anggota Komisi I DPRD Bali dari Dapil Buleleng, Nyoman Tirtawan, membuka sayembara menjanjikan hadiah uang tunai bagi Satpol PP maupun masyarakat umum yang berhasil menangkap warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan Lapangan.

Menurut Tirtawan, jika memang nanti ada Satpol PP bisa menangkap orang yang membuang sampah, akan dapat Rp 500 ribu per satu orang yang ditangkap. Begitu juga masyarakat umum, jika melihat dan menangkap pembuang sampah juga akan dapat Rp 500 ribu.

“Kalau Satpol PP bisa menangkap saya kasi Rp 500 ribu, kemudian masyarakat umum juga, saya akan kasi Rp 500 ribu. Jika berhasil menangkap orang yang membuang sampah sembarangan,” kata politisi asal Bebetin, Buleleng ini kemarin.

Tirtawan mengatakan, mengaku gerah dengan perilaku warga yang membuang sampah sembarangan di kawasan Lapangan Bajra Sandhi, Renon. Dia mengatakan pada 7 Oktober pukul 20.30 malah banyak sampah menumpuk disana – sini.

Tirtawan mengatakan, kawasan Bajra Sandhi seharusnya bebas dari tumpukkan sampah liar. Ia meminta Satpol PP untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kawasan Bajra Sandhi. "Yang buang sampah sembarangan harus ditindak tegas. Setiap hari ada banyak orang melakukan aktivitas berolahraga di sana,” urainya. “Mestinya wajah terindah Bali ada dikawasan area pemerintahan Bali ini, tapi kok malah jorok,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Tirtawan dikenal vokal menyuarakan terwujudnya Bali Clean and Green. Salah satu yang terus disuarakannya adalah terkait penanganan sampah di Bali. Salah satu usulan brilian Tirtawan untuk mengatasi masalah sampah di Bali adalah mendorong penggunaan sampah sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan energi listrik di pembangkit listrik Celukan Bawang, Buleleng. 

Di beberapa negara di Eropa, kata dia, sampah bisa diolah sebagai sumber energi listrik. Teknologinya sudah ada. Menurut dia, ada banyak manfaat yang diperoleh dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik. Selain sumber energi listrik Celukan Bawang ramah lingkungan, masalah sampah di Bali juga dengan sendirinya teratasi. Sampah-sampah yang ada di Bali bisa dibawa ke Celukan Bawang untuk diolah menjadi sumber energi listrik. 

Ia menambahkan, sampah-sampah itu juga bisa bernilai ekonomis. "Pemprov Bali bisa menjual sampah tersebut ke perusahaan pembangkit listrik di Celukan Bawang itu. Jadi masalah sampah bisa diatasi, uang juga dapat. Tinggal nanti disiapkan Container dan diangkut dengan kapal laut ke Celukan Bawang," kata Tirtawan. “Asal ada kemauan serius pasti bisa, masak melawan barang mati manusia sampai kalah,” pungkas politisi Nasdem ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia