Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Godel Mati Misterius di Bangli Meluas, Kini di Belancan

12 Oktober 2018, 11: 29: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kasus Godel Mati Misterius di Bangli Meluas, Kini di Belancan

KORBAN BARU : Giliran godel milik warga Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang menjadi korban baru pemangsa misterius. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, BANGLI – Kasus godel (anak sapi) mati misterius di Kabupaten Bangli terus meluas. Pada Kamis (11/10) menimpa godel milik I Nyoman Sudirta, warga Banjar /Desa Belancan, Kintamani. Sebelumnya terjadi di Desa Langgahan, Kintamani. Anak sapi itu ditemukan mati mendadak. Ada kesamaan antara luka yang dialami godel betina tersebut dengan yang terjadi di Desa Langgahan.

Informasi yang dihimpun Bali Express kemarin menyebutkan, kematian godel berusia 11 hari itu, bermula ketika pemiliknya I Nyoman Sudirta yang asal Banjar Belancan datang ke kandang sapinya di tegalan sekitar pukul 07.00 Wita. Yakni untuk memberi pakan ternak sapinya.

Namun begitu Sudirta sampai di kandang sapiny, ia dikagetkan dengan kondisi kandang yang berantakan. Tak hanya itu, korban juga dibuat bingun karena godel yang sehari sebelumnya masih berada di dalam areal kandang, juga tidak ditemukan berlarian di kandang tersebut.

Karena penasaran, saksi lantas mencari keberadaan godel tersebut, termasuk di areal tegalan miliknya. Pencarian pria ini membuahkan hasil, meski dirinya harus menerima kenyataan pahit. Lantaran anak sapi tersebut ditemukan tergeletak sudah dalam keadaan mati di sisi timur kandang induknya. Jaraknya sekitar 10 meter. Setelah Sudirta memeriksa dengan seksama, dia mendapati godel tersebut mati dengan beberapa luka di leher dan paha. Yang membuat pria ini semakin kaget, bagian perut godel sudah robek dan jeroan di dalamnya hilang. Tidak itu saja, di sekitar bangkai godel itu, juga ditemukan ceceran usus, yang diduga sebagai usus dari godel malang itu.

Dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menerangkan, sesuai hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), diketahui kandang sapi tersebut berada sekitar 500 meter dari rumah pemiliknya. Dilihat dari kondisi kandang sapi yang berantakan, diduga kuat induk sapi tersebut sempat mengamuk ketika anaknya diserang.

“Sedangkan dari pemeriksaan pada godel, kami menemukan organ dalam telah habis dengan luka bekas gigitan dan cabikan mirip taring. Kemudian juga ditemukan bekas cakaran dan gigitan di leher dan paha. Lalu bekas ceceran bangkai godel juga ditemukan di sekitar lokasi. Namun tadi tidak ditemukan adanya jejak-jejak kaki mencurigakan,” terangnya.

Ditambahkan, kasus kematian godel di Desa Belancan ini cukup mengejutkan. Karena sebelumnya-sebelumnya kasus yang sama terjadi di Desa Langgahan. Meski antara Desa Langgahan dan Belancan lokasinya berdampingan.

Terkait langkah yang diambil pihak kepolisian, kata Sulhadi, himbauan yang sama seperti yang dilakukan pada warga Langgahan, juga pihaknya sampaikan kepada warga Belancan. Dimana pihaknya meminta kepada warga yang memiliki godel untuk dikandangkan bersama induknya. Kemudian menjelang sore hari, diharapkan warga membawa serta godel mereka ke rumah, khususnya bagi warga yang kandang sapinya berada jauh dari rumah. “Seperti saran kami sebelumnya, warga yang memiliki anak sapi, juga bisa memasang jebakan untuk menangkap pemangsa itu. Termasuk sekali-sekali mengecek lokasi, jika memang ada titik yang dicurigai,” terangnya.

“Karena seperti yang kami sampaikan sebelumnya, dugaan kami ini dilakukan binatang buas. Dan masyarakat juga jangan resah, apalagi mengaitkan dengan hal-hal yang berbau mistik,” pungkasnya.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia