Senin, 10 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Kolom

Asian Para Games, Pembuktian Melawan Keterbatasan

Oleh: Ananda Rasti*

12 Oktober 2018, 15: 34: 33 WIB | editor : I Putu Suyatra

Asian Para Games, Pembuktian Melawan Keterbatasan

ASIAN Para Games 2018 tak hanya menjadi panggung bagi para atlet disabilitas. Bagi sebagian orang, Asian Para Games 2018 menjadi ajang pembuktian melawan keterbatasan. Asian Para Games 2018 merupakan ajang olahraga yang dikhususkan bagi atlet penyandang disabilitas tingkat Asia. Dengan mempertandingkan 18 cabang olahraga, Asian Para Games 2018 dilaksanakan selama 1 minggu terhitung sejak 6 hingga 13 Oktober 2018. Ajang ini telah memasuki edisi ketiga setelah pertama kali digelar Ghuanzhou, Tiongkok 2010 lalu. Edisi kedua berlangsung di Incheon, Korea Selatan 2014.

Meskipun hanya memperlombakan 18 cabang olahraga, Asian Para Games memiliki 3 cabang olahraga yang unik, yaitu goal boal, boccia, dan law ball. Untuk goal ball merupakan olahraga sepakbola yang dirancang untuk penyandang tunanetra, sementara boccia merupakan olahraga yang diikuti oleh atlet disabilitas penyandang cerebral palsy yang mengalami keterbatasan gerak di bagian tubuh atas dan bawah, sedangkan lawn ball merupakan olahraga yang diadakan di lapangan rumput, cara mainnya mirip seperti bowling.

Penonton yang menyaksikan Asian Para Games 2018 memang tidak sebanyak Asian Games 2018 sebelumnya. Namun pengalaman menyaksikan atlet-atlet penyandang disabilitas bertanding memberikan pengalaman yang justru lebih melekat bagi setiap pengunjung.

Sama halnya seperti pertandingan pada umumnya, upaya setiap atlet menuju garis finish menjadi drama yang menarik untuk disaksikan. Itu sebabnya, persaingan yang ketat menuju garis finis kerap mengadirikan tepuk tangan dan teriakan riuh dari bangku penonton.

Namun pada Asian Para Games 2018, suara bukan hanya untuk para pemenang. Perjuangan atlet disabilitas yang tertinggal jauh dari lawan-lawannya tidak kalah meriah. Air mata penonton juga ikut mengiringi perjalanan mereka menuju garis finis. Bukan air mata mengasihani, tapi lebih kepada kebanggaan yang luar biasa terhadap perjuangan mereka.

Selain mengejar prestasi, setidaknya ada empat elemen yang ingin dicapai lewat Asian Para Games 2018, yakni determinasi, keberanian, kesetaraan, dan inspirasi. Determinasi para atlet dalam menghadapi segala tantangan baik fisik maupun mental dalam perjalanannya menjadi yang terbaik. Keberanian yang memumpuk rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan. Kesetaraan hidup bermasyarakat dengan memulai dari diri sendiri dan orang lain dengan selalu mengedepankan semangat Fair Play. Dan elemen terakhir adalah Asian Para Games 2018 menjadi sumber inspirasi dan motivasi individu lain di seluruh Indonesia.

Jumlah penonton Asian Games 2018 mungkin jauh lebih besar dari Asian Para Games 2018. Namun pengalaman yang dirasakan para penonton Asia Para Games 2018 sepertinya jauh lebih membekas dan bukan hanya sekedar euforia meriah menyambut para pemenang.

Kita pastinya ikut berbangga dengan para atlet Indonesia yang berjuang menjadi juara dalam ajang olahraga terbesar di Asia ini. Para atlet yang memiliki keterbatasan bisa membuat kita bangga atas prestasi yang diraihnya.

Semangat para atlet Indonesia, jangan berpuas diri, lakukan yang terbaik. Kami terus mendukung perjuangan kalian membawa nama Indonesia untuk meraih prestasi! (*)

*) Pemerhati Masalah Sosial

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia