Senin, 22 Oct 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ibu Hamil Curi Perhiasan Bidan untuk Beli Perlengkapan Bayi

Jumat, 12 Oct 2018 19:50 | editor : I Putu Suyatra

Ibu Hamil Curi Perhiasan Bidan untuk Beli Perlengkapan Bayi

DIAMANKAN: Putu I saat diamankan di Polres Buleleng, Jumat (12/10). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Meski tengah kondisi hamil delapan bulan, rupanya tidak membuat Putu I, 31, tak takut melakukan perbuatan melawan hukum. Wanita asal Kecamatan Sukasada, Buleleng, itu kata AKP Mikael nekat mencuri sejumlah perhiasan milik seorang bidan bernama Darmiati, 70.

Aksi tersebut ia lakukan di rumah Darmiati, di kawasan Banjar Dinas Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Akibat perbuatannya, Intan kini terancam mendekam di balik jeruji besi selama kurang lebih tujuh tahun lamanya. 

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat, saat ditemui Jumat (12/10) mengatakan, pelaku Putu I melakukan aksi pencurian tersebut pada Sabtu (6/10) sekitar pukul 10.30 wita. Dimana,  kondisi rumah Darmiati memang dalam keadaan sepi. Putu I kemudian masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela, dengan menggunakan parang.

AKP Mikael menyebut pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan milik korban, yang mulanya disimpan di dalam sebuah lemari. Akibatnya korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta. 

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian, lantaran terhimpit masalah ekonomi. Barang bukti pun telah dijual secara bertahap. "Barang bukti sebagian telah terjual. Perhiasan itu dijual secara bertahap, ada Rp 2,5 juta, ada Rp 1,5 juta, dan ada Rp 3 juta. Semuanya dihabiskan untuk kebutuhan ekonomi, dan membeli perlengkapan bayi," terang AKP Mikael.

Apakah ada seseorang yang mengarahkan pelaku untuk membobol rumah milik korban? "Tidak ada. Pelaku beraksi sendiri. Jadi pelaku memang telah mengintai rumah milik korban dari jauh hari, dengan cara pura-pura berobat. Jadi saat rumah kosong, pelaku langsung beraksi," jawab AKP Mikael.

Meski dalam kondisi hamil, AKP Mikael menegaskan bahwa proses hukum akan tetap dijalankan. Pelalu dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. "Proses tetap jalan. Kami akan limpahkan ke Kejaksaan. Kalau hamil kan masih ada waktu satu bulan menjelang sampai P21," tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia