Rabu, 22 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua IRT Gelapkan 51 Sepeda Motor di Gianyar, Ini Modusnya

16 Oktober 2018, 07: 59: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua IRT Gelapkan 51 Sepeda Motor di Gianyar, Ini Modusnya

DIBEKUK: Pelaku penggelapan dan penadah sepeda motor diamankan Polsek Ubud. (WIDIADNYANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Dua ibu rumah tangga (IRT), masing-masing berinisial NMDP alias Ayik, 30, dan rekannya NMA alias ibu Celeng, 45, harus merasakan dinginnya jeruji besi sel Mapolsek Ubud. Keduanya diamankan dalam kasus penggelapan puluhan sepeda motor, dengan peran berbeda. Ayik berperan sebagai pelaku penggelapan, sedangkan ibu Celeng berperan sebagai penadah. Total sepeda motor yang diamankan sebagai barang bukti yakni 51 unit dari berbagai merek.

Kapolsek Ubud Kompol I Made Raka Sugita saat merilis kasus ini kemarin (15/10) memaparkan, pengungkapkan kasus tersebut bermula dari laporan yang pihaknya terima dari sejumlah pihak terkait penggelapan sepeda mnotor. Berbekal laporan tersebut, proses penyelidikan dilakukan terhadap Ayik, perempuan asal Desa Peliatan, Ubud yang menyewa puluhan sepeda motor tersebut.

“Modus pelaku Ayik ini, yakni menyewa sepeda mpotor ke para korbannya dengan alasan dipesan wisatawan. Tapi kenyataannya, sepeda motor tersebut ternyata digadaikan kepada ibu Celeng,” ucap Raka Sugita.

Setelah mengamankan Ayik, polisi langsung bergerak ke kediaman ibu Celeng yang ada di wilayah Klungkung pada 11 Oktober lalu. Hasilnya pun mencengangkan, lantaran hasil pemeriksaan, perempuan ini ternyata telah menerima 51 unit sepeda motor. Sebagian besar sudah tersebar di berbagai lokasi. Sebanyak 25 unit sepeda motor ditemukan di Yeh Malet, Karangasem. Lalu 7 unit ditemukan di Sengkidu, Karangasem. Serta 15 unit sepeda motor di Klungkung. Sedangkan masing-masing 3 unit ada di Gianyar dan 1 unit di Bangli.

Terkait siapa saja yang telah menjadi korbannya, dipaparkan, sampai kemarin pihak kepolisian baru mendapatkan data 3 orang korban yang semuanya pemilik usaha sewa motor. Seperti I Ketut Darsa sebanyak 4 unit, lalu I Wayan Sugiarta sebanyak 26 unit yang disewa sejak 30 Agustus hingga September lalu. Kemudian Ratna Rentcar sebanyak 16 unit. “Sedangkan sisa 5 unit lainnya belum diketahui pemiliknya, karena belum melapor,” terangnya.

Atas perbuatannya, Ayik pun diganjar dengan pasal 372 KUHP dan 378 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara. Sedangkan rekannya ibu Celeng yang berperan sebagai penadah diganjar pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia