Minggu, 26 May 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

SBY Beri Bonus Rp 0 untuk Atlet Para Games 2014, Bagaimana Jokowi?

Oleh: Ridha Ardani

16 Oktober 2018, 08: 47: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

SBY Beri Bonus Rp 0 untuk Atlet Para Games 2014, Bagaimana Jokowi?

Ilustrasi (ISTIMEWA)

AJANG olahraga Asian Para Games 2018 sudah selesai beberapa hari yang lalu. Masih ingat di benak masyarakat Indonesia bagaimana  perjuangan para atlet penyandang disabilitas mampu menunjukkan bakat mereka ditengah keterbatasannya. Tak jarang penonton yang hadir menonton pertandingan Asian Para Games meneteskan air mata karena bangga ketika melihat atlet Indonesia berjuang mengharumkan nama baik Indonesia. Selain itu Indonesia patut bangga dengan prestasi yang para atlet raih di ajang Asian Para Games 2018 melampaui target. dilansir di website resmi Asian para games 2018, Kontingen Indonesia berhasil menduduki peringkat ke 5 dengan mengantongi 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu. Sumbangan medali emas terbanyak berasal dari cabang olahraga catur yang berhasil memperoleh 11 medali emas. Selain itu perolehan medali atlet Indonesia pada Ajang Asian Para Games 2018 melampaui perolehan medali atlet Indonesia pada ajang Asian Games 2018 yang mengantongi 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

Prestasi yang diperoleh Indonesia di ajang Asian Para Pames 2018 selain dikarenakan oleh kerja keras para atlet dan pelatih, tetapi juga dari dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuktikan keseriusannya di bidang olahraga. Selama ini, Presiden Jokowi memang memiliki perhatian yang  serius dengan insan olahraga, baik dari sisi atletnya maupun kehidupan mereka di luar arena. 

Awalnya banyak yang pesimis Indonesia mampu melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi jika melihat perolehan mendali pada event Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Bahkan Roy Suryo yang pernah menjabat sebagai menpora pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan optimis boleh, tapi harus juga melihat realita. Tapi Presiden Jokowi percaya bahwa atlet Indonesia mampu mencapai target karena Presiden Jokowi sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam ajang Asian Para Games 2018.  Pada zaman presiden SBY,  pelatihan-pelatihan atlet Indonesia penuh dengan politik. Hanya atlet-atlet tertentu saja yang  diperbolehkan masuk pelatnas. Atlet-atlet tersebut juga harus mendapatkan rekomendasi menpora, sehingga banyak atlet potensial yang bersebrangan dengan rezim presiden SBY yang tidak dapat ikut Pelatnas. Berbeda dengan zaman Presiden Jokowi, tidak ada perpolitikkan, semua yang berpotensial diperbolehkan untuk ikut Pelatnas, selama atlet tersebut mampu bersaing dengan atlet-atlet dari luar negeri. Selain itu, Presiden Jokowi juga menyiapkan berbagai prasarana untuk para atlet bertanding. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi merenovasi banyak venue olahraga dengan anggaran mencapai Rp 6,2 triliun. Hal tersebut dapat dilihat dari venue olahraga dan wisma atlet yang berdiri dengan megahnya, kalau dibandingan dengan wisma atlet para era presiden SBY yang dikenal dengan candi Hambalang, jelas sangat berbeda jauh. Partai yang dahulu meneriakkan ‘katakan tidak pada korupsi’ nyatanya bergotong royong mengambil keuntungan dari proyek hambalang untuk kepentingan pribadinya. Selain itu, Presiden Jokowi juga membangun mental dan semngat juang para atlet agar tidak mudah menyerah.

Apresiasi terhadap keberhasilan atlet Asian para games tidak hanya berasal dari masyarakat melainkan juga dari pemerintah. Presiden Joko Widodo memberikan bonus kepada para atlet, pelatih dan official team Asian Para Games 2018. Jumlah bonus yang diterima oleh mereka sama besar dengan yang Presiden Jokowi berikan kepada atlet, pelatih, dan official team Asian Games 2018. Untuk atlet berkisar antara Rp 150 Juta hingga Rp 1,5 Milyar, untuk pelatih berkisar Rp 75 Juta hingga 100 Juta dan untuk asisten pelatih berkisar Rp 62,5 Juta hingga Rp 300 Juta, bonus diberikan tergantung dari jenis medali yang diperoleh. Bonus berupa uang itu diserahkan dalam bentuk tabungan britama Bank BRI kepada 95 atlet berprestasi. Berbeda dengan pada era Presiden SBY yang tidak memberikan bonus sepeserpun dengan alasan tidak ada anggaran untuk hal tersebut. Roy Suryo malah melemparkan tanggung jawabnya kepada kementerian keuangan. Selain bonus yang sama besar, waktu pencairan bonus juga terhitung cepat yaitu sebelum penutupan Asian Para Games 2018 digelar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bonus kepada para atlet Asian Para Games yang berprestasi berupa pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Jokowi terhadap masa depan para atlet Asian Para Games, sebab bukan hal yang asing melihat kondisi atau nasib para atlet zaman dahulu yang mampu berjaya dimasa mudanya namun sengsara dimasa tuanya. Kini para atlet tak perlu khawatir lagi soal itu, apalagi banyak penyandang disabilitas yang kesulitan mencari pekerjaan karena keistimewaan yang mereka punya.

Kini, agenda perhelatan olahraga internasional selanjutnya menanti. Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar. Kita lihat prestasi apalagi yang akan ditorehkan oleh atlet Indonesia apabila Presiden Jokowi masih memimpin Indonesia pada periode selanjutnya atau malah kemunduran prestasi apabila bukan Presiden Jokowi yang terpilih lagi menjadi Presiden? Segalanya dapat mungkin terjadi, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih. Jadi, masih maukah melihat atlet Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dengan segala prestasinya? (*)

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia