Minggu, 26 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Trio Pembobol Tujuh Mini Market Diadili

16 Oktober 2018, 09: 07: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Trio Pembobol Tujuh Mini Market Diadili

DIADILI: Tiga terdakwa pembobol mini market di Canggu, Kadek Eris Restiawan, I Gusti Ayu Putu Arik Wahyuni alias Gek Bintang, dan I Gusti Ketut Arya Wiguna alias Teteng saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar, kemarin (15/10). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Para pelaku pembobolan tujuh mini market di seputaran Badung mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Terdakwanya tiga orang. Dua di antara mereka sepasang kekasih yang berstatus residivis; Kadek Eris Restiawan, 23, dan I Gusti Ayu Putu Arik Wahyuni alias Gek Bintang, 23. Dan seorang lagi bernama I Gusti Ketut Arya Wiguna alias Teteng, 19, yang tidak lain adik kandung Gek Bintang.

Sidang pertama mereka berlangsung kemarin (15/10) dan dipimpin oleh Hakim Novita Riama. Dalam sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Saputra, ketiganya duduk di kursi pesakitan bersamaan.

Sesuai surat dakwaan, mereka diancam dengan dakwaan tunggal. Melakukan tindak pidana pencurian seperti diatur dan diancam dalam Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP. “Akibat perbuatan ketiga terdakwa, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (perusahaan mini market yang jadi korban) mengalami kerugian Rp 9.702.013,” ungkap jaksa.

Dalam dakwaan disebutkan, aksi terakhir mereka terjadi pada salah satu minimart di wilayah Canggu, Kuta Utara, pada 25 Juni 2018 sekitar pukul 01.00. Dan aksi itu telah disiapkan sejak sehari sebelumnya. Diawali dengan terdakwa Gek Bintang menjemput adiknya Teteng di rumahnya di Jalan Pulau Menjangan No. 40, Dauh Pala, Tabanan.

Teteng saat itu diajak ke kos Gek Bintang di Jalan Irawan No. 1C, Ubung Kaja, Denpasar Utara. "Di tempat kos terdakwa II (Gek Bintang), mereka membagi tugas dan peran masing-masing untuk melakukan pencurian," ungkap jaksa seraya mengungkapkan bahwa target yang dituju ditentukan Gek Bintang.

Singkat cerita, eksekusi pun mulai dilakukan. Mereka meluncur ke lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor. Gek Bintang dibonceng pacarnya dengan mengendarai motor Yamaha Jupiter MX berplat DK 2427 UU. Sementara Teteng mengendarai motor Honda Beat Nopol DK 4909 GAI seorang diri.

Tiba di lokasi, mereka memantau situasi. Setelah dirasa aman, Gek Bintang dan pacarnya masuk dengan melompati pagar pekarangan kosong di sebelah timur mini market incaran mereka.

Dalam aksinya itu, mereka terbilang mujur. Saat mencari cara untuk bisa naik ke atap mini market, mereka menjumpai tangga di pekarangan kosong itu. Dengan tangga itulah, mereka akhirnya berhasil naik ke atap mini market itu.

Sampai di atas, mereka membobol genteng yang ada di atap mini market itu. Akses masuk mulai tersedia dan Gek Bintang kemudian turun dengan menginjak rak dan masuk ke bagian dalam mini market tersebut.

Gek Bintang kemudian mengeksekusi barang-barang yang tersedia di dalamnya. Mulai dari rokok berbagai merek, satu unit ponsel, dan tablet. Setelah penuh dia membawa barang itu ke atas atap. Dan kembali melanjutkan aksinya melalui akses yang sama.

Berhasil melakukan aksinya mereka kemudian pulang. Dan besoknya, mereka menjual rokok berbagai merek hasil curian itu di Tabanan seharga Rp 4 juta. Itu dilakukan Gek Bintang. Dan hasil penjualannya dibagi-bagi. Teteng dapat bagian Rp 150 ribu. Selebihnya mereka pakai untuk senang-senang. Sementara tablet yang mereka curi baru dijual dua hari berikutnya seharga Rp 500 ribu.

(bx/hai/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia