Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese
Patirtaan Tadah Uwuk di Desa Nyalian (2)

Panugerahan Pancaka Tirta pada Kelima Pancoran Tadah Uwuk

18 Oktober 2018, 19: 53: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Panugerahan Pancaka Tirta pada Kelima Pancoran Tadah Uwuk

Bendesa Adat Banjar Uma Anyar I Nengah Suparta (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Berbeda dengan tempat penglukatan lainnya yang hanya berfungsi sebagai pelebur mala. Kelima pancoran di Patirtaan Tadah Uwuk, Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, Klungkung, juga berfungsi sebagai tempat pemberkatan Sakti Panca Dewata selaku Pacaka Tirta.

“Berkat seperti apa yang diberikan Sakti Panca Dewata melalui pancoran Tadah Uwuk ini, yakni kemakmuran, kesuburan serta kesehatan sekala dan niskala,” papar Bendesa Adat  Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, I Nengah Suparta.

Tak mengherankan jika Tadah Uwuk dikenal sebagai pusat dari mandala (simbol magis). Dalam teks Purana Batur dijelaskan Banjar Uma Anyar dahulu sering disebut daerah Uma Sukla. Dimana wilayah tersebut dikatakan sebagai wilayah yang suci. “Hingga saat ini Desa Uma Anyar masih digolongkan dalam wilayah wingkang danu. Makanya warga Uma Anyar wajib untuk memohon Tirta Pakuluh kesuburan ke Pura Hulun Danu Batur. Tidak heran tempat ini disebut sebagai pusat dari mandala yang artinya wilayah suci,” jelasnya.

Selain itu, pada pancoran pertama selain difungsikan sebagai penglukatan bisa juga sebagai panugerahan Hyang Bhatara Sadjyojata atau Iswara. Dan dalam konsep pangiderin Bhuwana, beliau berada di timur, senjata Bajra, warna putih, aksara suci SANG, menghilangkan mala dan memberikan anugerah perlindungan. Pancoran kedua selain difungsikan sebagai penglukatan bisa juga sebagai memohon panugerahan Hyang Bhatara Bamadewa sebagai Brahma, berada di selatan, warna merah senjata Gada dan aksara suci BANG, menghilangkan papa dan memberikan anugerah kekuatan.

Pancoran ketiga selain difungsikan sebagai penglukatan bisa juga difungsikan sebagai tempat memohon panugerahan dari Hyang Bhatara Tatpurusa atau Mahadewa, berada di barat, senjata Nagapasa, aksara suci TANG, menghilangkan sarwa klesa, dan memberikan anugerah keselamatan. Pancoran keempat selain difungsikan sebagai penglukatan, bisa juga difungsikan sebagai tempat memohon anugerah kepada Bhatara Agora atau Wisnu sebagai pemelihara, berada di utara, senjata Cakra, warna hitam dan aksara suci ANG, menghilangkan sarwa papa dan memberikan anugerah kesuburan, kesejahteraan material dan spiritual.

Sedangkan pada pancoran kelima dapat difungsikan sebagai tempat memohon anugerah kepada Bhatara Iswara atau Hyang Siwa, berada di tengah, senjata Padma, warna panca warna, aksara suci ING, menghilangkan semua papa klesa dan memberikan anugerah kerahayuan bumi atau alam semesta, baik bhuwana agung dan bhuwana alit. (habis)

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia