Senin, 27 May 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dewan Minta Tumpas Praktik Kotor Penjual Paket Wisata Bali Murahan

19 Oktober 2018, 19: 27: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Minta Tumpas Praktik Kotor Penjual Paket Wisata Bali Murahan

Adi Wiryatama (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama meminta aparat menumpas praktik kotor yang dilakukan mafia China yang menjual paket wisata murahan. Karena menurutnya ini merusak citra Bali. Selain itu, Bali hanya kebagian sampahnya saja dari praktik ini.

Adi Wiryatama mengatakan, jajaran DPRD Bali sudah berkomitmen, Minggu ini rencananya akan memanggil semua pihak terkait. Pihak Kepolisian, Imigrasi, jajaran terkait lainnya untuk mengusut kasus ini secara tuntas. “Kami ingin agar diberantas praktik semacam ini sampai akar – akarnya,” tegas Bupati Tabanan dua periode ini.

Baginya tidak boleh ada praktik semacam itu terus terjadi di Bali dan akan semakin merusak ke depannya. “Tidak  boleh terjadi apa gunanya itu turis - turis Tiongkok itu banyak buang buang sampah, Bali dapat sampah saja,” kata politisi gaek PDIP ini.

“Jika makin lama terjadi, makin rusak Bali ini,” imbuh Adi Wiryatama.

Nantinya mesti dipanggil termasuk Konsul Tiongkok di Bali, agar membantu memberantas praktik seperti ini. Bali dijual murah, kemudian wisatawanya dipaksa belanja di toko itu. Kemudian ada mempekerjakan warga Tiongkok tanpa visa kerja. Bahkan menggunakan simbul Burung Garuda dengan tulisan Indonesia sebagai stempel.

“Praktik – praktik ini sudah begitu jahat, merusak citra Bali dan Bali kebagian masalah dan sampahnya. Mesti ditindak tegas,” teriaknya.

Mesti ada juga keseriusan antara Negara Tiongkok dan Indonesia untuk menuntaskan masalah seperti ini. Karena Negara – Negara lain, sudah serius menuntaskan masalah serupa seperti yang dialami Bali.

“Mesti tuntas, tata kembali. Kita di Bali perlu turis, namun bukan dengan cara – cara seperti mafia gitu. Ini merusak Bali kedepan,” katanya.

Seperti halnya berita sebelumnya, Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali) Elsye Deliana mengungkap permainan mafia Tiongkok tersebut. Elsye Deliana menjelaskan, saat ini memang wisatawan Tiongkok jumlah kunjungannya tertinggi di Bali. Namun ada praktik - praktik yang  terkait Bali dijual murah di Tiongkok sudah menjadi masalah yang sangat mengkawatirkan bagi Bali. Bali awalnya dijual Rp 2 juta, setelah angka 99 RMB atau Sekitar Rp 2 juta, kemudian turun menjadi 777 RMB sekitar Rp 1,5 juta, kemudian turun lagi menjadi 499 RMB atau sekitar Rp 1 juta dan terakhir sudah sampai 299 RMB sekitar Rp 600 ribu. Dan terakhir sampai Rp 200 ribu, namun penerbangan sekitar 200 wisatawan itu dibatalkan oleh Pemerintah Shenzhen, karena dianggap harganya tidak sehat.

Ini terjadi karena ada permainan besar dari penjual. Ada pengusaha dari Tiongkok juga yang membangun usaha Art shop di Bali. Dengan jumlah yang sudah cukup banyak di Bali. Toko – toko ini yang mensubsidi wisatawan dengan biaya murah itu ke Bali. Namun mereka nantinya wajib untuk masuk ke toko – toko itu. Namun mereka sudah seperti beli kepala, wisatawan itu wajib masuk toko itu. Seperti dipaksa belanja di sana. Mereka masuk, kemudian membeli barang – barang berbahan Latex, seperti kasur, sofa, bantal dan lainnya.

Mereka dalam lima hari empat malam, selama empat hari hanya masuk toko – toko milik orang Tiongkok juga. Bahkan diduga pembayarannya juga dengan wechat (pola Tiongkok) dengan sistem barcode. Atas kondisi ini citra pariwisata Bali jelek di Tiongkok, dianggap Bali hanya punya toko – toko untuk berwisata.

Atas kondisi ini Gubernur Bali Wayan Koster memastikan ini masalah serius. Dan segera akan mengambil tindakan tegas karena sudah merugikan nama Bali di Tiongkok.

Kondisi ini juga sudah dilaporkan ke Konjen Tiongkok yang ada di Denpasar.

Ketua Komite Tiongkok DPP Asita Pusat (Nasional) Hery Sudiarto, bersama Penasehat Komite Tiongkok DPP Asita Asman dan Chandra Salim, bahwa mereka sudah melaporkan masalah – masalah ini ke Konjen Tiongkok di Bali. Namun sayang Konjen Mr. Gou Hao Dong sedang cuti, karena ada acara. Yang menerima hanya Wakil Konjen Tiongkok di Denpasar Mr. Chen Wei.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia